Langsung ke konten utama

Postingan

Semua Masalah Beres?

Setelah mengkaji sirah Nabawiyah panjang lebar dalam beberapa sesi, ustadz pemateri menyampaikan sebuah hikmah bahwa; Jangan menganggap bahwa asal negara dipimpin orang shalih, doktor lulusan Madinah misalnya, dan menterinya para ulama semua, lalu tidak ada lagi masalah. Bahkan zaman Nabi ﷺ menjadi "Presiden" saja, orang munafik tetap beredar, pengkhianatan tetap terjadi, ada orang berzina, ada orang mencuri, bahkan ada fitnah selingkuh istri Nabi ﷺ yang sangat viral! Apalagi zaman kita? Fitnah akan terus bergulir sesuai zamannya. Di setiap zaman, setiap manusia mempertanggung- jawabkan amalnya masing-masing. Berada di zaman kepemimpinan emas, bukan berarti kita pasti selamat. Hidup di Mekkah di zaman Nabi ﷺ, belum tentu kita termasuk golongan yang selamat.  Kata ustadz, bayangkan, tinggal di kampung pedalaman di padang pasir, tidak dikenal di peradaban2 besar di zaman itu, tetiba ada yang ngaku Nabi dan menyuruh antum beriman, dan membelanya dengan harta dan nyaw...
Postingan terbaru

Nyinyir Orang Jaman Dulu

Mungkin karena saya orang Betawi, di antara kesan yang teringat dari latahnya para orang tua kami terhadap kondisi yang tidak sesuai adalah ucapan: "astaghfirullah al'adziim..!" Ketika ada orang ribut tengah malam, "astaghfirullah al'adziim, ga tahu apa orang pada tidur?!" Ketika ada anak kecil telanjang lari-larian di jalanan, "astaghfirullah al'adziim, ga diajarin apa sama emaknya?!" Termasuk ketika perempatan jalan semrawut karena lampu merah mati, "astaghfirullah al'adziim, gimana sih ini polisi kagak bantuin ngatur?!" Nyinyir2 mereka, dalam kesan dan ingatan saya, sering didahului istighfar. Minta ampun dari dosa. Dan ini ternyata memang tercantum dalam dalil-dalil syariat; bahwa keburukan yang terjadi pada kita, atau di sekitar kita, itu karena ada dosa kita juga. وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ "Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh ...

Tongseng Hikmah

Seorang laki-laki dengan rambut kusut, badan berdebu, berperawakan kurus, tulang tubuhnya berbalur daging tipis. Tapi ia bukan orang sembarangan, ia tercatat mengalahkan 100 musuh dalam laga _man to man_ di medan perang. Bahkan sengaja dilempar oleh rekan-rekannya ke dalam benteng musuh, untuk membuka pintu benteng sendirian dari dalam (padahal pasukan musuh berkumpul di dalamnya)! Ini bukan tokoh fiksi dalam komik atau anime (yang kadang diselipi pornografi), tapi ini adalah tokoh asli yang hadir dalam sejarah. Al-Barra bin Malik radhiallahu 'anhu. Lalu apa hubungannya sama Tongseng Hikmah? Tongseng Hikmah adalah sebutan para santriwati Pondok Pesantren Al-Hassan untuk menu hari Jumat di dapur mereka. Dinamakan Tongseng Hikmah, karena _sedikit sekali dagingnya, yang banyak itu hikmahnya._ Ketika putri kami menceritakan pengalamannya ini, maka kami ceritakan kisah Al-Barra bin Malik radhiallahu 'anhu. Badannya kurus, berbalur daging tipis. Apa sih makanan beliau seh...

Mengapa Keluarga Kita Berusaha Tidak Ke Mall

Pertama, karena mall, terutama di kota-kota besar, banyak berisi orang-orang yang terbuka auratnya. Terlebih para wanita. Bagaimana mendidik anak lelaki untuk membenci pornografi, jika jalan-jalan keluarganya adalah ke tempat diumbarnya aurat? Bagaimana mendidik anak perempuan bahagia dengan pakaian lebar nan syar'i, jika sering melihat sesama jenisnya bebas berpakaian sangat terbuka dan ketat? Hukum menutup aurat di tempat umum adalah wajib. Dan hukum melihat aurat orang lain adalah haram. Hukum ini tidak berubah hanya karena berubahnya zaman.   Kedua, Sahabat Salman Al-Farisi radhiallahu 'anhu sudah mengingatkan; "...pasar adalah tempat berkumpulnya setan dan di sana mereka menancapkan benderanya." [HR. Muslim 2451] Imam Al-Qurtubi mengomentari hadis-hadis tentang pasar; “Pada hadis-hadis tersebut terdapat dalil dibencinya masuk pasar. Terutama pasar di zaman ini , dimana lelaki dan wanita bercampur jadi satu. Demikianlah yang disampaikan para ulama kita...

Menghabiskan Makanan Juga Mubazir?

Mubazir sendiri bukan hal sepele, karena Al-Quran bilang; اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا "Sesungguhnya para mubazziriin adalah saudara-saudaranya setan, dan setan itu sangat kufur kepada Tuhannya." Jadi mubazir itu saudaranya setan, dan tanda kufur nikmat kepada Allah. Dalam konteks makanan, kemubaziran bisa terjadi dua jenis. Pertama, mubazir karena menyisakan makanan sehingga dibuang.  Kedua, mubazir karena berlebihan makan sehingga jadi penyakit.  Aslinya tidak butuh, bahkan berbahaya, tapi karena hawa nafsu, dimasukkan juga ke dalam perut. Mubazir. Contohnya penderita diabetes yang meminum es teh manis. Dilema kedua jenis kemubaziran terkadang muncul ketika menghadapi makanan gratis. Ada tawaran nasi box gratis, tapi lagi diet nasi, jadi nasi cuma mau makan setengah.  Kalau dimakan semua bertentangan dengan diet kesehatannya, kalau ga dimakan mubazir. Bingung? Sebenarnya ga usah bi...

Bisakah AI Memberi Fatwa?

Dalam kajian ushul fiqih oleh Dr. Muntaha Artalim Zaim MA, ada pertanyaan menarik yang dimunculkan; "Bisakah AI Memberi Fatwa?". Pemateri yang merupakan pakar ushul fiqih International Islamic University Malaysia ini pun membuka rujukan dari ulama terdahulu terkait syarat Pemberi Fatwa (Mufti). Syarat pertama: Muslim. Langsung mental-lah AI. Karena dia tidak beragama. Okey dia mungkin menguasai berbagai sumber kitab yang beredar di internet. Tapi dia kafir, minimal atheis. Jadi kalau ada yang menanyakan tafsir Quran, atau makna hadits ke AI, itu seperti bertanya ke orang atheis (yang mungkin sangat pintar). Kira-kira langsung percayakah kita? Iya betul, dia bisa menyebutkan sumber rujukan bahkan tautan situsnya. Tapi pertanyaannya sama, apakah kita langsung percaya dia pasti mengutipnya dengan benar tidak dicampur pendapatnya sendiri? Anggaplah punya teman orang atheis yang rajin mempelajari berbagai kitab ulama muslim. Apakah kita akan meminta "fatwa" k...

Bebas Makan Asal Tidak Berlebihan

Sesuai Al-Quran; كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ “Makanlah dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” --QS. Al-A‘raf: 31 Namun, jika ditabburi dengan POV medis modern, maka berlebih-lebihan adalah ketika; - Kolesterol berlebihan, - Asam urat berlebihan, - Gula darah berlebihan, Sementara kita skip dulu lingkar pinggang dan berat badan berlebih. Termasuk fungsi ginjal yang menurun berlebihan, atau sumbatan berlebihan pada pembuluh darah. Jadi, kalau sudah berlebih, sesuai ayat di atas, maka harus diatur makannya. Gak masuk alasan punya obat penurun kolesterol, asam urat, atau gula darah lalu merasa bebas makan. Tubuh sudah ngasih alarm, jangan diakalin obat lalu merasa bebas makan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun sudah beri contoh; makan sedikit, banyak puasa, plus warning bahwa perut adalah wadah terburuk. Allah tidak suka orang yang berlebih-lebihan. Se...