Langsung ke konten utama

Postingan

Bebas Makan Asal Tidak Berlebihan

Sesuai Al-Quran; كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ “Makanlah dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” --QS. Al-A‘raf: 31 Namun, jika ditabburi dengan POV medis modern, maka berlebih-lebihan adalah ketika; - Kolesterol berlebihan, - Asam urat berlebihan, - Gula darah berlebihan, Sementara kita skip dulu lingkar pinggang dan berat badan berlebih. Termasuk fungsi ginjal yang menurun berlebihan, atau sumbatan berlebihan pada pembuluh darah. Jadi, kalau sudah berlebih, sesuai ayat di atas, maka harus diatur makannya. Gak masuk alasan punya obat penurun kolesterol, asam urat, atau gula darah lalu merasa bebas makan. Tubuh sudah ngasih alarm, jangan diakalin obat lalu merasa bebas makan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun sudah beri contoh; makan sedikit, banyak puasa, plus warning bahwa perut adalah wadah terburuk. Allah tidak suka orang yang berlebih-lebihan. Se...
Postingan terbaru

Apakah Gaya Hidup Sehat Bisa Menunda Ajal?

Secara hakikat, jawabannya tidak bisa . وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ “Dan setiap umat mempunyai ajal. Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak pula percepatan.” — QS. Al-A‘raf: 34 Jadi untuk apa ikhtiar pola hidup sehat? Ada beberapa opsi jawaban; => Agar mati dalam kondisi sehat, kapan pun ajal tiba. Toh ga tahu kapan mati. => Agar bisa mengembalikan organ tubuh titipan dari Allah dalam kondisi baik, kapan pun ajal tiba. Barang titipan itu adabnya dikembalikan dalam kondisi baik, bukan rusak. => Agar mengikuti gaya hidup Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; makan sedikit, sering puasa, tidur cukup, gerak aktif, body ideal. Fans sejati akan berusaha maksimal meniru idolanya.  Apakah ikhtiar pola hidup sehat pasti akan sehat? Tidak juga. Allah tidak memerintahkan kita mengatur hasil. Tapi setiap ikhtiar lillah pasti berpahala besar , dan semakin mendekatka...

Hadits-Hadits Motivasi Lapar

Hawa nafsu makan adalah salah satu hawa nafsu yang sulit dikontrol. Apalagi dengan konten kuliner yang bertebaran di media sosial termasuk grup chat. Perlu motivasi kuat untuk bisa mengendalikan hawa nafsu tersebut. Bagi para pecinta Nabi ﷺ, hadits-hadits ini mungkin membantu. Bisa diprint lalu dibaca-baca saat merasa sulit mengontrol hawa nafsu makan. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad. 1. Tidak apa tidur dalam keadaan lapar   Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: "Rasulullah ﷺ dan keluarganya pernah melewati beberapa malam berturut-turut dalam keadaan lapar, karena mereka tidak mendapatkan makan malam." [HR. at-Tirmidzi no. 2360] 2. Menangis ketika kenyang karena ingat Nabi ﷺ Dari Masruq, ia berkata: "Aku masuk menemui Aisyah, lalu ia menghidangkan makanan untukku. Ia berkata, 'Tidaklah aku makan sampai kenyang, melainkan aku menangis.' Aku bertanya, 'Mengapa?' Ia menjawab, ...

Manusia Kayak Apa Sih Nabi Kita?

Shallallahu 'alaihi wasallam.. Beliau itu kepala negara, jenderal tertinggi, teman halaqahnya pun pengusaha kaya macam Abu Bakr dan Utsman radhiyallahu 'ahuma. Tapi kok bisa beliau dan keluarganya harus menahan lapar selama beberapa malam berturut-turut karena tidak ada makanan [HR. Tirmidzi no.2360]. Bahkan sampai ada hari-hari berpuasa karena tidak punya makanan di pagi hari [HR. Muslim no.1951]. Sampai-sampai, Bunda Aisyah pun, sepeninggal beliau, selalu menangis jika makan sampai kenyang, karena teringat Baginda yang jarang makan hingga kenyang [HR. Tirmidzi no.2279]. Yaa Rabb...  Kita yang makan kenyang seenaknya ini bisa jadi ga sopan kepada Ibunda. Hebatnya, walau makan sedikit, dan sering puasa, perut beliau disebut-sebut six pack , seperti lembaran kertas yang digulung [HR. Thabrani 24/413]. Beliau sangat strong , seperti saat menghancurkan batu besar di perang Khandaq. Bahkan dari sirah dapat dihitung rerata 2 bulan sekali terjun ke medan perang.  Belum ...

Anak dan Harta adalah Ujian

Apakah harta yang banyak atau sedikit, apakah anak yang shalih atau yang tidak shalih, semuanya adalah ujian. إِنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah ujian (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." [QS. Ath-Thaghabun: 15] Betul, harta yang sedikit membuat kehidupan terasa berat. Tapi harta yang banyak juga ujian berat, apakah hanya jadi ajang berlebihan dalam perkara mubah, atau jadi infaq fi sabilillah.  Seringan apa mengeluarkan 100 juta untuk jalan-jalan keluarga, dan seringan apa mengeluarkan 100 juta untuk Gaza, misalnya. Demikian juga, anak yang bermaksiat dan susah diatur adalah ujian yang berat. Tapi anak yang shalih juga ujian berat. Apakah jadi ajang saling berbangga keshalihan, atau tulus ikhlas menazarkan anak sebagai calon syuhada di jalan juang. Di zaman medsos, harta dan anak juga menjadi konten demi eksistensi. Satu bisikan setan yang mem...

Untuk Apa Mendoakan Teman-Teman Anak Kita?

Dalam kitab Tarbiyatul Awlad fil Islam, Syaikh Abdullah Nashih Ulwan menegaskan bahwa teman adalah perkara penting dalam pendidikan Anak. Teman memiliki pengaruh besar dalam menjaga  keshalihan dan kelurusan akhlak. Sebaliknya, pengaruh teman juga bisa membelokkannya. Apa yang sudah dibangun oleh orang tua, memungkinkan untuk dihancurkan oleh pertemanan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sendiri sudah mengingatkan bagaimana "teman nongkrong" (الْجَلِيسِ) dapat mempengaruhi seseorang; “Pemisalan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang jelek adalah bagaikan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak wangi olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau terkena baunya yang tidak enak.”  [HR. Bukhari no. 2101] Tantangannya, pergaulan atau pertemanan adalah wilayah yang mustahil dikendalikan penuh oleh orang tu...

Normalisasi Dosa Besar

1.  Judi Dengan segala bentuknya, mulai dari permainan di Game Center (memasukkan koin lalu bermain mengambil barang yang tidak jelas dapat atau tidak), sampai judi online yang dianggap sekedar permainan. Padahal semuanya termasuk kategori judi yang dosa besar. "Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan." [QS. Al-Maidah: 90] 2.  Risywah Menyogok aparat. Demi memudahkan segala urusan, mulai dari perizinan kecil sampai yang besar, dianggap biasa saja. Padahal dosa besar. “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemberi suap, penerima suap, dan perantaranya, yaitu orang yang menghubungkan keduanya. [HR. Ahmad, no. 22452] 3.  Riba Termasuk dosa besar paling dinormalisasi, pekerjaannya legal, gedungnya mentereng. Kadang dilakukan dengan alasan ada manfaat. Padahal dosa besar. “Riba memiliki tujuh puluh dua pintu. ...