Ada seorang ulama di kalangan tabi’in yang bernama Qatadah bin Da’amah, salah seorang murid dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Seorang Imam Ahmad bin Hambal pun memuji beliau sebagai pakar tafsir. Dikisahkan bagaimana Imam Qatadah berinteraksi dengan Al-Qur’an, “Qatadah biasanya mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari. Namun jika datang bulan Ramadhan ia mengkhatamkannya setiap tiga hari. Ketika datang sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, ia mengkhatamkan setiap malamnya.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 5: 276) Dan mutiara-mutiara kisah salafush shalih bersama Quran bertebaran dalam sejarah... Untaian mutiara yang terus bersambung bahkan bersama para mujahidin Ghazzah... Apakah kita termasuk dalam barisan penyambung kisah? Selamat menyambut 10 malam terakhir.
Memang kalau sudah bebas finansial mau ngapain? Mungkin akan seperti Bunda Aisyah RA kali ya, disebutkan beliau mulai tilawah di awal siang, lalu ketika matahari terbit baru tidur. (Lathaiful Ma'arif 1/171) Artinya tilawah dari Zuhur sampai Syuruq hari berikutnya! Atau mungkin Imam Al-Aswad juga contoh mukmin yang bebas finansial; “Al-Aswad biasa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan setiap dua malam.” (Siyar A’lam An-Nubala, 4: 51). Atau Imam Qatadah; "... jika datang bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap tiga hari. Bahkan ketika datang sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap malam.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 5: 276) Dan tidak perlu menyebut Imam Syafi'i sepertinya, sudah terlalu masyhur! Ramadhan sudah berlalu setengah, menangislah orang-orang yang terpenjara oleh medsos, oleh game, oleh kuliner, oleh dunia, sehingga sedikit bacaan Qurannya, dan puas dengan target khatam seadanya. Tidaklah Ramadhan mulia kecuali karena Q...