Sejak kapan ya, selera Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dibuat jokes dengan posisi seolah lebih rendah daripada selera kita? Apalagi sedemikian banyak pakar kesehatan menyarankan untuk menjauhi gorengan saat berbuka, eh masih dibela juga, dengan jokes yang merendahkan selera Nabi pula. Tahan lapar 13 jam bisa. Tahan gorengan beberapa menit saat ta'jil ga bisa. Tahan lapar 13 jam bisa jadi ibadah. Jangan dirusak dengan jokes unfaedah. Semoga Allah terus perbaiki Ramadhan kita. --- Menanti berbuka pertama
Imam Ibnul Qayyim saat membahas hikmah berbuka dengan kurma dalam Zaadul Ma'ad mengatakan; ".. Sebab memberi tubuh sesuatu yang manis di saat perut kosong sangat mudah diterima tubuh dan cepat menghasilkan kekuatan. Terutama sekali kekuatan pikiran. Di mana ia menyerap kekuatan darinya. Sementara manisan kota Madinah adalah kurma. Mereka tumbuh besar dengan memakannya . Ia bagi mereka adalah makanan pokok sekaligus lauk pauk." Seolah anjuran berbuka dengan kurma dikarenakan itulah "manisan" yang biasa dimakan penduduk Madinah. Penduduk negeri lain, silahkan makan "manisan" yang sesuai daerahnya, yang mudah didapat. Imam Asy Syaukani dalam Naylul Authar bahkan lebih dalam lagi bahasannya; وَإِذَا كَانَتْ الْعِلَّةُ كَوْنَهُ حُلْوًا وَالْحُلْوُ لَهُ ذَلِكَ التَّأْثِيرُ فَيُلْحَقُ بِهِ الْحَلَوِيَّاتُ كُلُّهَا، أَمَّا مَا كَانَ أَشَدَّ مِنْهُ فِي الْحَلَاوَةِ فَبِفَحْوَى الْخِطَابِ، وَمَا كَانَ مُسَاوِيًا لَهُ فَبِلَحْنِهِ." "Kalau ...