Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label maulid

Manusia Kayak Apa Sih Nabi Kita?

Shallallahu 'alaihi wasallam.. Beliau itu kepala negara, jenderal tertinggi, teman halaqahnya pun pengusaha kaya macam Abu Bakr dan Utsman radhiyallahu 'ahuma. Tapi kok bisa beliau dan keluarganya harus menahan lapar selama beberapa malam berturut-turut karena tidak ada makanan [HR. Tirmidzi no.2360]. Bahkan sampai ada hari-hari berpuasa karena tidak punya makanan di pagi hari [HR. Muslim no.1951]. Sampai-sampai, Bunda Aisyah pun, sepeninggal beliau, selalu menangis jika makan sampai kenyang, karena teringat Baginda yang jarang makan hingga kenyang [HR. Tirmidzi no.2279]. Yaa Rabb...  Kita yang makan kenyang seenaknya ini bisa jadi ga sopan kepada Ibunda. Hebatnya, walau makan sedikit, dan sering puasa, perut beliau disebut-sebut six pack , seperti lembaran kertas yang digulung [HR. Thabrani 24/413]. Beliau sangat strong , seperti saat menghancurkan batu besar di perang Khandaq. Bahkan dari sirah dapat dihitung rerata 2 bulan sekali terjun ke medan perang.  Belum ...

Hari-Hari Terberat

Lelaki kekar itu terguncang jiwanya. Raganya yang kuat seakan tak mampu menopang beratnya hari itu. Seakan plot twist  dari histori hidupnya yang powerfull  dan penuh keberanian; setan pun disebut takut bertemu dengannya. Di hari itu, orang yang paling dicintainya diberitakan meninggal dunia. Dia terguncang, tak percaya. Bahkan mengancam memenggal bagi siapa yang berani menyebarkan berita yang dianggapnya hoax  itu. Inilah cinta. Walau akhirnya hatinya kembali tenang, benar-benar tenang. Ketika sahabat terbaiknya, membacakan perkataan Allah yang mulia. Inilah kisah Umar dan Abu Bakar, ketika orang tercinta mereka meninggalkan dunia. Cinta, bisa membuat terguncang. Namun, cinta juga ternyata adalah cara tercepat mencapai surga tertinggi. Yang paling tinggi, tidak ada lagi di atasnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda; “Engkau akan bersama orang yang engkau cintai” [HR. Bukhari].   Umar radhiallahu ‘anhu pernah ditegur Nabi ketika meng...

Ulama Ahlus Sunnah Pendukung Maulid

Berikut ini beberapa pendapat imam ahlus sunnah yang pro terhadap peringatan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Tidak dicantumkannya pendapat ulama yang kontra, karena biasanya pendapat tersebut sudah lebih banyak disebar. 1. Imam As-Suyuthi Pertanyaan: “Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera untuk hamba pilihanNya, wa ba’d: telah datang pertanyaan tentang perbuatan maulid nabi pada bulan Rabi’ul Awwal, apa hukumnya menurut pandangan syariat? apakah itu terpuji atau tercela? apakah mendapatkan pahala atau tidak, bagi si pelakunya?”  Jawaban: Bagi saya, dasar dari maulid nabi adalah berkumpulnya manusia, membaca yang mudah dari Al Quran, dan membaca kisah-kisah yang warid  tentang konsepsi riwayat kehidupan  Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan membaca apa-apa yang terjadi pada hari kelahirannya berupa tanda-tanda kemuliaannya, dan menyediakan makanan buat mereka, lalu selesai tanpa ada tambahan lain, maka itu adalah bid’ah hasanah, dan diberikan ...

Pentingnya Circle

Saat hijrah ke Madinah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memiliki circle yang mensupport beliau. 1. Abu Bakr As Shiddiq ra, menyiapkan unta yang kuat tuk melakukan perjalanan, dan menemani Nabi selama perjalanan. 2. Ali bin Abi Thalib ra menggantikan Nabi di tempat tidurnya untuk mengelabui musuh yang akan membunuh Nabi. 3. Abdullan bin Abu Bakr ra, sebagai informan yang mengumpulkan berita di Mekkah dan melaporkan kepada Nabi dan Abu Bakr di Gua Tsur. 4. Asma binti Abu Bakr ra,  PJ logistik, mengantarkan makanan ke Gua Tsur, naik turun bukit batu walaupun sedang hamil! 5. Amir bin Fukhairah ra, hamba sahaya Abu Bakr ra, bertugas menggembalakan kambing di sekitar Gua Tsur untuk menghilangkan jejak Abdullah dan Asma. Menjaga circle yang baik adalah bagian ikhtiar agar urusan-urusan dipermudah Allah. Circle yang shalih, tidak hanya akan menjadi sumber solusi dalam urusan-urusan dunia yang fana, tapi juga urusan-urusan akhirat yang abadi. Allahumma shalli wa sallim ...

Merayakan Kelahiran Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam

Kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan diutusnya beliau adalah rahmat Allah bagi seluruh alam (QS Al-Anbiya: 107). Beliau ibarat serpihan peta terakhir penyempurna, untuk menemukan harta karun terbaik; selamat dunia akhirat. Maka sudah sewajarnya setiap yang mengaku beriman, mensyukuri lahirnya beliau shallallahu 'alaihi wasallam di muka bumi. Cukuplah syukur itu dengan 2 hal.   1. Menambah ibadah sunnah Jika ibadah wajib adalah modal minimal, maka ibadah sunnah adalah tanda cinta. Baginda shallallahu 'alaihi wasallam mencontohkan berpuasa sunnah hari Senin, untuk mensyukuri kelahirannya (HR. Muslim 1162).  2. Bergabung dalam kafilah dakwah Dakwah adalah tujuan utama kelahiran beliau di muka bumi. Maka _log in_ ke dalam kafilah ini adalah bagian dari syukur terbesar atas kelahiran beliau. Dakwah mungkin tidak mudah, karena pahalanya memang istimewa. Agar lebih mudah, kumpulkan energi ibadah sunnah. Demikian pesan para ulama pewaris baginda. Selamat meny...

Belajar Keayahan dari Nabi

Di antara risalah akhlak yang dibawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah risalah parenting, bagaimana menjadi ayah, atau orang tua secara umum bagi anak-anak. Beberapa bagian risalah tersebut, bisa kita ambil dari cuplikan kisah beliau shallallahu 'alaihi wasallam.  1. Mencium anak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqra bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqra berkata, "Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium". Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melihat kepada Al-‘Aqra lalu beliau berkata, "Barangsiapa yang tidak merahmati maka ia tidak akan dirahmati (Allah)" [HR. Bukhari no. 5997] Jadi mencium anak akan mengundang rahmat Allah. Siapa yang tidak mau rumahnya diliputi rahmat Allah?   2. Menyambut kedatangan anak Dalam hadits yang agak panjang, 'Aisyah radhiallahu 'anha bercerita tentang putri Nabi, Fathimah radhialla...

Amalan Salaf di Bulan Rabiul Awwal?

Imam Ibnu Rajab mengutip dari Mu’alla bin Al-Fadhl – ulama tabi’ tabiin – bahwa beliau menceritakan, كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم “Dulu para sahabat, selama 6 bulan sebelum datang Ramadhan, berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama 6 bulan setelahnya, berdoa agar Allah menerima amal Ramadhan.”  [Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264] Rabiul Awwal adalah bulan ke-3, sedangkan Ramadhan adalah bulan ke-9. Maka bulan ini adalah bulan di mana para perindu Ramadhan mulai berdoa, berharap berjumpa dengan bulan mulia tersebut. Telah disebutkan dalam hadits shahih bahwa seorang sahabat yang menemui Ramadhan lebih banyak ternyata memasuki surga lebih dulu dikarenakan keutamaannya (Shahih Ibnu Majah 3171). Allahumma ballighna Ramadhan Wa shallallaahu 'ala nabiyyina wa syafi'ina Muhammad

Merenung Sejenak Bersama Ibunda, Tentang Baginda...

Masruq bin Al-Ajda bercerita bahwa Ibunda `Aisyah radhiallahu 'anha pernah berkata; "Tidaklah aku makan hingga kenyang, kecuali aku akan menangis" Ketika ditanya mengapa, maka ibunda `Aisyah menjawab; "Aku teringat keadaan Rasulullah saw saat meninggal dunia. Demi Allah, tidaklah beliau kenyang dengan roti dan daging sampai 2 kali dalam sehari" [Asy-Syamail Muhammadiyyah bab 26, hadits ke-6] Sejenak mari membersamai ibunda kita Ummul Mu`minin ra, mengenang kesederhanaan baginda SAW. Sejenak mari membersamai baginda SAW, di hari Senin esok, di hari kelahirannya, dengan menyederhanakan makan kita. Sejenak, niatkan shaum Senin dengan rasa rindu. "Rayakan" hari kelahiran rahmat bagi semesta alam. Allahumma shalli 'ala habibina wa syafi'ina Muhammad... Selamat menyambut hari Senin. === Malam Senin Hari ke-21 Bulan Kelahiran Baginda SAW  1444 Hijriah

Rayakan dengan Puasa

Senin pagi hujan gerimis, dingin, enaknya tidur.... Betul? Alkisah, Abul Qasim ditanya tentang kebiasaannya suka "ga makan" di hari Senin. Maka dijawab oleh beliau shallallahu 'alaihi wasallam; فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ "Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu diturunkan kepadaku (Al-Quran)." [HR. Muslim no.1162] Selamat merayakan hari kelahiran Al-Musthafa SAW✨ Selamat hari Senin! #selamatharilahir #rayakandenganpuasa === Bogor, 14 Rabiul Awwal 1444