Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label dakwah

Permohonan kepada Khatib Sholat Id

Survei SMRC tahun 2024 menunjukkan bahwa hanya sekitar 65% muslim Indonesia yang selalu/rutin berpuasa Ramadhan. Artinya lebih dari sepertiga muslim Indonesia masih bolong-bolong puasanya. Indonesia Muslim Report 2019 bahkan menyebutkan hanya sekitar 38% muslim yang selalu sholat 5 waktu, hampir dua pertiga muslim sholatnya masih bolong-bolong. Keduanya rukun islam dan meninggalkannya dosa besar, tapi masih banyak sekali muslim yang tidak menjaganya. Namun, mereka yang tidak sholat dan tidak puasa itu, insya Allah 95%nya akan menghadari Sholat Id dan mendengarkan khutbahnya. Bahkan mereka yang masih bolos khutbah Jumat masih sangat mungkin duduk diam mendengar Khutbah Id. Inilah salah satu momen terpenting membangun kesadaran mereka. Karenanya, mohon bantuan para Khatib Id, _apapun tema khutbahnya_, kiranya dapat menyelipkan kalimat-kalimat seperti; "Bagi yang pernah tidak berpuasa Ramadhan tanpa uzur, bertaubatlah, karena itu dosa besar." "Bagi yang masih bo...

Dakwah Paling Basic?

Jawabannya adalah dakwah orang tua kepada anaknya. Alias parenting . Parenting dalam konteks dakwah  adalah basic dakwah yang dicontohkan para Nabi ‘alaihimusshalatu wassalam. Mereka memulai dari anak-anak mereka, dari keluarga mereka. Parenting adalah kewajiban dakwah yang paling asasi, yang disematkan di pundak seluruh kepala keluarga oleh Allah azza wa jalla; “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim:6). Maka para dai, tidak boleh meremehkan hal ini, atau menganggap dakwah di luar rumah lebih penting, sehingga mengabaikan dakwah di dalam rumah, yang sejatinya, merupakan kewajiban basic -nya. Kewajiban basic ini tidak hilang karena anak dititipkan ke sekolah islam atau pondok. Orang tua tetap murabbi pertama dan utama, yang harus peduli dan mengevaluasi indikator capaian anak-anaknya, khusunya al-fahmu mereka, agar mereka siap di medan maratibul amal di masanya. Syaikh Hasan bin Ahmad Al-Banna rahimahullah telah memberi pesan bahwa agar Islam...

Ayah Bunda, Yuk Ngobrol Serius

Dengan anak-anak. Tentang masa depan........... dakwah. Dakwah ini umurnya akan melampaui umur kita. Dan usia kita juga (akan) semakin senja. Mari sampaikan dengan baik dan serius, tongkat estafet ini. Jangan biarkan mereka hanya melihat saja kesibukan ayah bundanya tanpa al-fahmu. Al-fahmu dibangun dengan ngobrol. Sebagaimana obrolan para Nabi dengan anak-anaknya yang diabadikan dalam Al-Quran. Bahkan yang bukan Nabi seperti Ayah Luqman pun ngobrol dengan anaknya tentang amar ma'ruf nahi munkar. Yuk ngobrol serius dengan anak-anak kita. Setidaknya saat usianya mulai baligh. Tentang dakwah. Tentang Ali Imran 110, siapa itu umat terbaik. Tentang Fusshilat 33, apa itu amalan terbaik. Tentang Ash-Shaf 4, bagaimana cinta Allah pada pejuang yang berbaris rapi. Yuk ngobrol dengan mereka. Yang lahir dari rahim dakwah. Maka obrolan dakwah adalah hak mereka. Yuk ngobrol dengan mereka. Sambil menraktir makanan kesukaan mereka. Atau sambil menraktir wisata ke gunung atau villa. Seperti dulu k...

Bab Orang Yang Ingin Mendapatkan Anak Untuk Berjihad

Ini adalah nama satu Bab dalam Kitabul-Jihad, Shahih Al-Bukhari. Bab ini disyarah oleh Imam Ibnu Hajar sebagai keutamaan berniat mendapatkan anak untuk berjihad. Bagi para pasangan dakwah, mungkin bisa bernostalgia tentang niat-niat awalnya dulu saat akan menikah. Tentang visi-visi mulia yang dulu terlintas di dalam hati, ketika menikah, di jalan dakwah. Tentang anak-anak yang diimpikan, menjadi ahli waris perjuangan. Adapun Bab Man Tholaba Al Walad Lil Jihad , hanya memiliki 1 hadits di dalamnya. Hadits tentang Nabi Sulaiman 'alaihissalam yang berniat menggilir 99 atau 100 istrinya dengan mengatakan bahwa mereka semua akan melahirkan mujahid berkuda yang lincah. Tapi beliau 'alaihissalam tidak mengucapkan "insya Allah", sehingga akhirnya harapannya tidak terwujud. Hadits ini seolah juga mengingatkan, bahwa keberhasilan menjadikan anak-anak dakwah sebagai penerus perjuangan itu harus digantungkan sepenuhnya kepada Allah.  Mungkin ada sebagian kita yang sud...

Doa Khusus Para Dai

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ Ash-shirathal mustaqim dijelaskan dalam ayat berikutnya sebagai jalan orang-orang yang menerima nikmat . Siapakah mereka? Al-Quran menjelaskannya dalam An-Nisa: 68-69; Mereka adalah para Nabi, dan para Nabi adalah para penghulu dakwah. Mereka adalah para Shiddiqin, orang-orang yang tegak lurus mengikuti jalan para penghulu dakwah. Al-Akh Ash-Shadiq. Mereka adalah para Syuhada, orang-orang yang hidup dan matinya di jalan perjuangan, jalan dakwah, jalan jihad. Al-Akh Al-Mujahid. Terakhir barulah disebutkan bahwa ini juga jalan para Shalihin. Al-Akh Ash-Shalih. Al-Quran, seolah ingin menjelaskan, bahwa jalan dakwah adalah jalan orang-orang yang menerima nikmat dari Allah. Bahwa, barang siapa yang Allah jadikan ia bergabung di jalan dakwah ini, maka sesungguhnya ia telah menerima nikmat yang besar. Doa ini, adalah doa terbanyak yang kita panjatkan dalam hari-hari kehidupan kita. Doa ini, disyariatkan dibaca sebanyak itu, menunjukkan betapa...

Kenapa Sih Rajin Liqo?

Supaya waras. Kata ulama salaf. Musa Bani Aqabah rahimahullah berkata, "Bertemu dengan salah seorang saudaraku, membuatku berakal selama beberapa hari" (Raudhat Al-Uqala', hlm. 92) Sufyan rahimahullah berkata, "Berjumpa dengan salah seorang saudaraku membuatku berakal selama satu bulan" (Raudhat Al-Uqala', hlm. 93) Abu Sulaiman rahimahullah berkata, "Aku melihat salah seorang saudaraku di Irak. Maka aku pun (semangat) beramal selama satu bulan setelah melihatnya." (Raudhat Al-Uqala', hlm. 92) Ya Allah berkahi kami dengan liqo-liqo penuh barakah. === Bogor, 5 Ramadhan 1444

Alasan Aktifis Dakwah Wajib Memperhatikan Pembinaan Anaknya

1. Kewajiban Pribadi Muslim يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا "Hai orang-orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka". Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu menafsirkan ayat ini sebagai perintah untuk mendidik keluarga (anak). Kewajiban ini melekat pada pribadi orang tuanya, bukan pada guru, sekolah, murabbi, halaqah, atau pengurus DKM. Mereka hanyalah sistem pendukung, sedangkan kewajiban asasinya pada pribadi orang tua yang melahirkan dan mengasuhnya sejak dari buaian. 2. Kewajiban Pembawa Risalah Terlalu banyak ayat dan kisah para Rasul tentang bagaimana mereka mewariskan amanah dakwah melalui anak keturunan mereka. Bahkan seluruh pembawa risalah dianggap anak-anak dari Bapak Para Rasul, sebagaimana bacaan dzikir setiap pagi para aktifis dakwah; Ashbahnaa 'alaa fithratil islam.... wa 'ala millati abiinaa Ibrahiima "Kami memasuki pagi di atas fitrah islam... dan di atas jalan ayah kami Ibra...

Ternyata Inilah Kuncinya?

Mendengar cerita keluarga sukses mulai dari ustadz senior sampai ustadz muda. Mulai dari aktifis dakwah dengan bakcground syariah maupun yang non syariah. Berbagai tips membetuk keluarga islami mereka sampaikan, tapi setidaknya ada 1 tips yang selalu berulang; Halaqah keluarga Halaqah keluarga menjadi sarana para orang tua dakwah mewariskan fikrah. Halaqah keluarga juga menjadi sarana menguatkan bonding antar anggota keluarga. Halaqah keluarga juga menjadi sarana diskusi terkait berbagai rencana dan aturan keluarga. Halaqah keluarga tidak harus dengan kurikulum tertentu atau aturan yang ketat. Halaqah keluarga bisa saja hanya diisi ayah yang berkisah dan diskusi renyah antar anggota. Yang pasti, halaqah keluarga selayaknya ada. Sebagaimana risalah ini diwariskan dan dikuatkan dari halaqah para ulama. Maka demikian juga hendaknya di dalam keluarga dakwah. Marbahan Ya Ramadhan. Semoga Ramadhan menguatkan keluarga dakwah dalam aktifitas halaqah penuh berkah. === Bogor, Detik-d...

Wirid Kemenangan Dakwah

Hendaknya setiap dai mengamalkan pesan yang terkandung dalam 3 ayat berikut, dan menjadikannya wirid yang diulang-ulang. يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَّرِئَاۤءَ النَّاسِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ    وَاللّٰهُ بِمَايَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung." "Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar." "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampun...

Kita Semua adalah Anak-Anak Dakwah

Ketika berbicara tentang perintah untuk berjuang di jalan Allah, ada diksi menarik yang dipilih Allah azza wa jalla;  مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَۗ "Jalan ayah kalian; Ibrahim" (QS. Al-Haj:78). Diksi ini seolah menegaskan bahwa setiap mereka yang berjuang di jalan dakwah ini, adalah anak-anak dari Ibrahim 'alaihissalam. Anak-anak dari Ismail 'alaihissalam. Anak-anak dari Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.  Mereka semua, yang memilih menjadi ahli waris dari jalan haqqa jihaadih , otomatis telah menjadi anak-anak dari gelombang dakwah ini. Di sisi lain, ayat ini seolah mengandung hikmah, bahwa seorang ayah da'i, harus mewariskan dakwahnya kepada anak-anak mereka.  Anak-anak biologis dari para ayah da'i, adalah yang paling pertama berhak atas warisan fikrah dan semangat dakwah ayahnya. Karenanya, setiap ayah da'i, selayaknya; - meluangkan waktunya secara khusus,  - melakukan dialog dakwah dan fikrah dengan anak-anak mereka, serta  - me...

Rahasia Kehebatan Keluarga 'Imran?

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ   "Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)."  [QS Ali 'Imran: 33] Ada satu nama yang bukan Nabi dan bukan Rasul di ayat ini, yaitu 'Imran. Keluarga 'Imran disebut sebagai keluarga terhebat (di masanya), disejajarkan dengan kehebatan para Nabi, bahkan keluarga Ibrahim 'alaihissalam (di masanya). Yang membuat keluarga (besar) 'Imran disejajarkan dengan para nabi dan keluarga nabi ternyata bukan hanya sekedar keshalihan pribadi anggota-anggotanya, tapi *komitmen terhadap dakwah yang diwariskan* di antara anggota keluarga tersebut. Ketika mengandung Maryam, Hannah istri 'Imran menadzarkan anaknya menjadi penjaga Baitul Maqdis, berkhidmat tuk ummat, sebagaimana bapaknya.  (Bukan orang tua yang cuma berharap pada keshalihan pribadi anaknya; yang penting baik,...

Haru Biru Dakwah Nabi Nuh 'alaihissalam

Sebagai penghulu Nabi ulul 'azmi, perjuangan Nabiyullah Nuh 'alaihissalam sungguh sesuai dengan kedudukannya. Rasa haru seakan tak tertahan, ketika menelusuri kisah dakwahnya yang Allah abadikan. 950 tahun yang penuh kesabaran sungguh bukan hal yang mudah dibayangkan. (QS  Al-Ankabut: 14) Beliau 'alaihissalam berdakwah siang, dan malam. Berbagai metode dicoba, diam-diam maupun terang-terangan. (QS. Nuh: 5,8,9) Pun yang menerima dakwah beliau, setelah ratusan tahun itu, hanyalah sekitar 80 orang. (Tafsir Ath Thabari 15/326) 950 tahun, siang dan malam, dengan pengikut tak sampai 100 orang. Tak mampu rasanya mengimajinasikan kesabaran sang Nabi yang terus bertahan, di masa yang panjang namun pengikut yang tak kunjung bertambah. Sebagai penghulu Nabi ulul 'azmi, beliau 'alaihissalam berada di puncak tertinggi kesabaran dalam ukuran waktu. Seolah ingin menasehati kepada para penerus generasi; inilah akhlak dakwah para nabi. Allaahumma shalli wa sallim 'al...

Doa Rasulullah saat Terhina dan Terluka

Hari-hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat berdakwah di Thaif termasuk hari-hari terberat dalam hidup beliau. Ketika Ibunda Aisyah radhiallahu 'anha bertanya kepada sang manusia terbaik, "Apakah pernah datang kepadamu satu hari yang lebih berat dibandingkan dengan saat perang Uhud?" Maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam pun menjawabnya dengan kisah dakwahnya di Thaif (HR. Muslim no.1795). Kitab-kitab Sirah menceritakan bagaimana para tokoh masyarakat Thaif menolak beliau dengan perkataan dan cara yang buruk, bahkan menyuruh anak-anak kecil Thaif melempari beliau dengan batu hingga berdarah. Luka beliau tidak lebih parah daripada dahsyatnya luka perang Uhud. Tapi hati beliau seolah pilu sehingga merasa hari tersebut lebih berat daripada peristiwa Uhud. Di tengah pilunya hati dan tetesan darah, beliau malah menolak tawaran Malaikat Jibril yang ingin menimpakan 2 gunung kepada kaum Thaif. Lisan mulia Al-Mustofa shallallahu 'alaihi wasal...

Ketahanan Keluarga adalah Syarat Kemenangan Dakwah?

Di antara doa yang harus dibaca setiap muslim yang memimpikan kemenangan dakwah adalah: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا Kitab Li Yaddabbaru Ayatih menjelaskan bahwa ayat ini merupakan pujian Al-Quran tuk kaum muslimin yang bercita-cita memimpin, dengan menempatkannya dalam rangkaian karakter 'ibadurrahman (orang-orang yang disayangi Allah). Maka meraih kepemimpinan adalah keniscayaan dalam dakwah. Bukan tuk jumawa, tapi tuk mengajak manusia bertakwa. Uniknya, sebelum meminta kepemimpinan, seorang muslim disuruh meminta terlebih dahulu pasangan hidup dan anak keturunan yang menyejukkan pandangan. Di sini ada isyarat, bahwa kepemimpinan atau kemenangan dakwah itu memerlukan modal ketahanan keluarga. Karenanya, mereka yang memimpikan kemenangan Islam dan dakwah, hendaknya berusaha optimal agar keluarganya, menjadi keluarga yang menyejukkan pandangan. Di antara makna menyejukkan pandangan bagi da...

3 Ayat tuk Dai

Allah 'azza wa jalla berfirman: وَذَكِّرْ فَاِنَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ  "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman." (QS. Adz-Dzariyat: 55) Ayat ini bukan hanya tentang perintah tuk terus istiqomah memberi nasihat, tapi juga agar para dai terus terbuka menerima nasihat, karena nasihat itu bermanfaat buat dirinya , dari mana pun datangnya. Dikutip oleh Syaikh Hasyim Asy'ari dalam Adabul 'Alim wal Muta'alim bahwa Imam Waki berkata; "Seseorang tidak disebut 'alim jika dia belum belajar dari orang yang lebih tua, seumur dengannya, dan yang lebih muda". Selanjutnya Allah menambahkan; وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56) Di sini Allah mengingatkan bahwa tujuan memberi nasihat dan menerima nasihat adalah dalam rangka ibadah kepada Allah. Dan t...

Spirit Haji Wada; Estafet Dakwah

Hikmah dari Tausiyah Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Syuhada Bahri Asrama Haji Pondok Gede 12-12-2018 Diriwayatkan oleh Ustadz Syuhada Bahri, dari seorang petugas rohani di salah satu RS Islam di Yogyakarta, bahwa ternyata hanya 7% pasien yang mampu mengucapkan "Laa ilaaha illallah" di akhir hayatnya. Sedangkan yang 93%, walaupun muslim, ternyata gagal mengucapkannya. Di antara penyebab hal tersebut adalah pola pikir pragmatis materialistik. Mengumpulkan materi tapi untuk orientasi dunia. Karenanya, di antara penyesalan terbesar manusia saat sakaratul maut adalah kurangnya bersedekah. وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَ...