Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita

Pelayaran Pengantar Takdir

  Oleh: Abdussalam Almuqorrobin Assalamualaikum warahmatullah, Namaku Muhammad Huo Cho. Aku adalah seorang Laksamana Angkatan Laut di Tiongkok. Aku ingin menceritakan pelayaran pertamaku yang membawaku kepada takdir menjadi Laksamana Angkatan Laut. --- Matahari muncul dari timur. Suara tangisan memenuhi ruangan. Membuat semua orang yang berada di ruangan itu mengucurkan air mata. Seorang bayi telah lahir. Di hari Jumat, 1 Januari 1371, Yunan, Tiongkok, aku memulai hidup sebagai anak dari nelayan. "Alhamdulillah, anak kita lahir dengan selamat", ucap sang ayah. "Muhammad Huo Cho namanya". "Alhamdulillah, nama yang bagus", lanjut sang ibu. Sejak berumur 3 tahun , aku sudah diajari membaca Al-Quran. Berkat didikan ibuku yang fasih membaca Al-Quran, dalam waktu tiga tahun aku sudah berhasil membaca Al-Quran dengan lancar tanpa makhraj dan tajwid yang salah. Empat tahun setelahnya aku selesai menghafal Al-Quran. "Ayo cepat berangkat Hua Cho", seru Aya...

Apa Sih Tujuan Pendidikan?

Dalam perjalanan ke Masjid, Abi Ihsan melempar kuis kepada ketiga anaknya di mobil; Islam (lk, mondok tahun ketiga), Iman (lk, 5 SD), dan Isyana (pr, 4 SD). Abi Ihsan: Abi ada pertanyaan nih, yang bisa jawab dapat 10 ribu. Anak-Anak: Mau, mau...! Abi Ihsan: Tapi jawabannya harus sesuai yang di kepala Abi ya. Dan Abi beri waktu berpikir sampai kita mendekati masjid, jangan langsung dijawab ya. Anak-anak: Oke. Abi Ihsan: Pertanyaannya, apa sih tujuan pendidikan? Atau apa tujuan kalian ikut pendidikan, sekolah, dll.? Silahkan dipikir dulu ya. (Ketika sudah mendekati masjid) Abi Ihsan: Oke, silahkan jawab. Islam: Untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalilnya firman Allah di surat Al-Qashash, "Dan carilah negeri akhirat dengan apa yang dianugerahkan Allah kepadamu, dan jangan lupakan bagianmu di dunia".. Abi Ihsan: Wah jawaban lengkap khas santri nih.. Kalau Iman? Iman: Agar tidak bodoh, dan untuk kemuliaan akhlak Abi Ihsan: Alasannya? Iman: Ada di buku Komik Biografi ...

Syarat Penting Saat Anak Punya HP Sendiri?

Menyambut libur pesantren, Ilyas dijemput Ayah untuk pulang ke rumah. Di dalam mobil; Ilyas: Ayah, kan sekarang Ilyas 15 tahun dan sudah baligh, berarti sudah boleh punya HP dong, sesuai janji Ayah. Ayah: Wah masih ingat janji Ayah ya, hehe. Oke. Tapi Ilyas paham ga, bedanya sudah baligh dengan belum baligh? Ilyas: Hmm... sudah baligh itu berarti sudah dihitung pahala dan dosanya? Ayah: Masya Allah, betul banget. Jadi, baligh itu artinya sudah harus bertanggung jawab terhadap amalnya sendiri, Yas. Nah, kira-kira apa fungsi HP yang penting bagi muslim yang baligh? Ilyas: Buat ngaji pake Quran dijital? Ayah: Keren Ilyas bisa jawab seperti itu. Tapi ada fungsi yang lebih penting lagi, Yas. Ilyas: Apa ya? Ayah: Alarm, Yas. Buat bangunin Sholat Subuh. Sholat 5 waktu adalah kewajiban super penting buat muslim. Terlebih Sholat Subuh. Maka balighnya seorang muslim harus membuatnya bertanggung jawab sendiri terkait sholatnya. Karena itu urusan surga nerakanya sendiri. Nah, Ayah akan...

Konsep Simpel Rezeki Ala Anak-Anak

Ilyas baru pulang main bola di lapangan komplek. Setelah mengucap salam, melihat Ayahnya di teras, ia langsung semangat bercerita. Ilyas: Yah, tadi abis maen bola kan haus, tapi ga bawa uang jajan. Eh, pas ngerogoh kantong bawah celana ternyata ada duit 5 ribu. Alhamdulillah rezeki, jadi bisa beli minum. Ayah: Masya Allah. Padahal itu uang Ilyas sendiri kan ya. Ilyas: Iya, ya. Hehe... Dulu pernah lupa kali. Ayah: Mungkin begitu juga konsep rezeki dari Allah, Yas. Rezeki itu sudah ada, ditetapkan Allah atas nama kita. Cuma kitanya aja belum nemuin. Kalau rezeki Ilyas tadi ternyata ada di kantong, di lain waktu mungkin rezeki Ilyas ada di Ayah, atau ada di pembeli kalau Ilyas jadi pedagang. Atau rezekinya ketemu ketika banyak ibadah, ya bisa aja. Ilyas: Betul juga ya, Yah. Tinggal ditemuin aja sebenarnya. Rezekinya sudah pasti. Ayah: Yap. Karena rezekinya sudah pasti, tinggal cara nemuinnya aja kita pastikan cara halal. Karena pake cara haram pun, rezeki kita ya itu-itu aja. ...

Ngapain Sih Ulang Tahun?

Ilyas sedang gembira karena besok dia ulang tahun. Pas sekali Om Idris yang libur kuliah dari Kairo sedang berkunjung ke rumahnya. Berharap dapat hadiah dari Om Idris, Ilyas pun menyeletuk; "Om, besok aku ulang tahun lho". Om Idris: Oh ya? Masya Allah. Jadi berapa usia Ilyas? Ilyas: 10 tahun, Om. Om Idris: Barakallahu. Ngomong-ngomong, kalau ulang tahun biasanya ngapain, Ilyas? Ilyas: Ya dirayain, Om. Kan tambah umur, tambah gede. Om Idris: Memangnya siapa yang menambah umur kita, Yas? Ilyas: Allah. Om Idris: Cerdas, masya Allah. Jadi kalau ngerayain bertambahnya umur kita, harusnya kita berterima kasih pada Allah, betul gak? Ilyas: Hmm... iya Om. Om Idris: Nah, selain Allah, orang tua juga wajib banget mendapat terima kasih kita, karena dari mereka kita lahir kan. Sekarang coba kita pikirkan, Yas. Misalnya Ilyas mau berterima kasih pada Pak Guru, Ilyas memberi hadiah pada Pak Guru, atau minta hadiah dari Pak Guru? Ilyas: Hmm.... memberi sih, Om. Om Idris: Jadi ka...

Kunci Sukses Santri di Tangan Orang Tua

Percakapan selepas Ashar di sudut selasar sebuah Mushola. Ayah : Ustadz, sesuai saran antum, si sulung sudah ane sekolahkan di pondok. Alhamdulillah, anaknya juga mau. Ustadz : Alhamdulillah. Ayah : Tapi ustadz, pondok kok sepertinya agak tertutup ya. Ane mau jenguk susah, mau kirim-kirim buat anak ga boleh. Ustadz : Akhi, mengirim anak ke pondok itu seperti melepas anak merantau. Ujian kemandirian untuk anak dan ujian juga buat antum. Ayah : Ujian apa ustadz? Ustadz : Ujian keikhlasan. Apakah antum ikhlas melepas anak antum, yang sejatinya milik Allah, untuk berjuang, mandiri, di jalan Allah.  Ayah : Insya Allah sih ikhlas, stadz. Tapi namanya anak, kan di lingkungan baru perlu banyak support juga, biar betah, biar lancar belajarnya, gitu. Ustadz : Akhi, sejak dulu guru-guru kita selalu memberikan 2 kunci sukses untuk orang tua yang melepas anaknya merantau menuntut ilmu. Ayah : Apa itu stadz? Ustadz : Tirakat orang tua, dan kedekatan dengan anak yatim. Ayah : Maksudny...