Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Menghabiskan Makanan Juga Mubazir?

Mubazir sendiri bukan hal sepele, karena Al-Quran bilang; اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا "Sesungguhnya para mubazziriin adalah saudara-saudaranya setan, dan setan itu sangat kufur kepada Tuhannya." Jadi mubazir itu saudaranya setan, dan tanda kufur nikmat kepada Allah. Dalam konteks makanan, kemubaziran bisa terjadi dua jenis. Pertama, mubazir karena menyisakan makanan sehingga dibuang.  Kedua, mubazir karena berlebihan makan sehingga jadi penyakit.  Aslinya tidak butuh, bahkan berbahaya, tapi karena hawa nafsu, dimasukkan juga ke dalam perut. Mubazir. Contohnya penderita diabetes yang meminum es teh manis. Dilema kedua jenis kemubaziran terkadang muncul ketika menghadapi makanan gratis. Ada tawaran nasi box gratis, tapi lagi diet nasi, jadi nasi cuma mau makan setengah.  Kalau dimakan semua bertentangan dengan diet kesehatannya, kalau ga dimakan mubazir. Bingung? Sebenarnya ga usah bi...

Bisakah AI Memberi Fatwa?

Dalam kajian ushul fiqih oleh Dr. Muntaha Artalim Zaim MA, ada pertanyaan menarik yang dimunculkan; "Bisakah AI Memberi Fatwa?". Pemateri yang merupakan pakar ushul fiqih International Islamic University Malaysia ini pun membuka rujukan dari ulama terdahulu terkait syarat Pemberi Fatwa (Mufti). Syarat pertama: Muslim. Langsung mental-lah AI. Karena dia tidak beragama. Okey dia mungkin menguasai berbagai sumber kitab yang beredar di internet. Tapi dia kafir, minimal atheis. Jadi kalau ada yang menanyakan tafsir Quran, atau makna hadits ke AI, itu seperti bertanya ke orang atheis (yang mungkin sangat pintar). Kira-kira langsung percayakah kita? Iya betul, dia bisa menyebutkan sumber rujukan bahkan tautan situsnya. Tapi pertanyaannya sama, apakah kita langsung percaya dia pasti mengutipnya dengan benar tidak dicampur pendapatnya sendiri? Anggaplah punya teman orang atheis yang rajin mempelajari berbagai kitab ulama muslim. Apakah kita akan meminta "fatwa" k...

Bebas Makan Asal Tidak Berlebihan

Sesuai Al-Quran; كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ “Makanlah dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” --QS. Al-A‘raf: 31 Namun, jika ditabburi dengan POV medis modern, maka berlebih-lebihan adalah ketika; - Kolesterol berlebihan, - Asam urat berlebihan, - Gula darah berlebihan, Sementara kita skip dulu lingkar pinggang dan berat badan berlebih. Termasuk fungsi ginjal yang menurun berlebihan, atau sumbatan berlebihan pada pembuluh darah. Jadi, kalau sudah berlebih, sesuai ayat di atas, maka harus diatur makannya. Gak masuk alasan punya obat penurun kolesterol, asam urat, atau gula darah lalu merasa bebas makan. Tubuh sudah ngasih alarm, jangan diakalin obat lalu merasa bebas makan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun sudah beri contoh; makan sedikit, banyak puasa, plus warning bahwa perut adalah wadah terburuk. Allah tidak suka orang yang berlebih-lebihan. Se...

Apakah Gaya Hidup Sehat Bisa Menunda Ajal?

Secara hakikat, jawabannya tidak bisa . وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ “Dan setiap umat mempunyai ajal. Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak pula percepatan.” — QS. Al-A‘raf: 34 Jadi untuk apa ikhtiar pola hidup sehat? Ada beberapa opsi jawaban; => Agar mati dalam kondisi sehat, kapan pun ajal tiba. Toh ga tahu kapan mati. => Agar bisa mengembalikan organ tubuh titipan dari Allah dalam kondisi baik, kapan pun ajal tiba. Barang titipan itu adabnya dikembalikan dalam kondisi baik, bukan rusak. => Agar mengikuti gaya hidup Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; makan sedikit, sering puasa, tidur cukup, gerak aktif, body ideal. Fans sejati akan berusaha maksimal meniru idolanya.  Apakah ikhtiar pola hidup sehat pasti akan sehat? Tidak juga. Allah tidak memerintahkan kita mengatur hasil. Tapi setiap ikhtiar lillah pasti berpahala besar , dan semakin mendekatka...

Hadits-Hadits Motivasi Lapar

Hawa nafsu makan adalah salah satu hawa nafsu yang sulit dikontrol. Apalagi dengan konten kuliner yang bertebaran di media sosial termasuk grup chat. Perlu motivasi kuat untuk bisa mengendalikan hawa nafsu tersebut. Bagi para pecinta Nabi ﷺ, hadits-hadits ini mungkin membantu. Bisa diprint lalu dibaca-baca saat merasa sulit mengontrol hawa nafsu makan. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad. 1. Tidak apa tidur dalam keadaan lapar   Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: "Rasulullah ﷺ dan keluarganya pernah melewati beberapa malam berturut-turut dalam keadaan lapar, karena mereka tidak mendapatkan makan malam." [HR. at-Tirmidzi no. 2360] 2. Menangis ketika kenyang karena ingat Nabi ﷺ Dari Masruq, ia berkata: "Aku masuk menemui Aisyah, lalu ia menghidangkan makanan untukku. Ia berkata, 'Tidaklah aku makan sampai kenyang, melainkan aku menangis.' Aku bertanya, 'Mengapa?' Ia menjawab, ...