Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label akhlak

Cinta Sepenuh Umat

'Aisyah radhiallahu 'anha bercerita; Suatu ketika saya melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan baik, saya pun berkata; ‘Wahai Rasulallah, doakan saya.  Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdoa;  ‘Ya Allah ampunilah 'Aisyah atas dosanya yang telah lalu dan yang akan datang, yang tampak maupun yang tersembunyi.’ Maka 'Aisyah tertawa hingga hingga kepalanya terjatuh di pangkuan Nabi.  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya; ‘Apakah doaku membuatmu senang?’  'Aisyah menjawab; ‘Bagaimana aku tidak senang dengan doamu.’  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun berkata; ‘Demi Allah, itu adalah doaku untuk umatku setiap kali shalat.’ [Shahih Ibnu Hibban no.7111] Hikmah: 1.Di antara permintaan terbaik seorang istri kepada suaminya adalah minta didoakan. 2.Di antara hadiah terbaik yang diberikan seorang suami kepada istrinya adalah doa terkait kebutuhan terpenting manusia beriman; diampuni dosanya oleh Al...

Boikot Setengah-Setengah = Munafik?

Di antara bisikan yang melemahkan perjuangan adalah; "Klo boikot jangan setengah2, munafik itu!" Jawabannya; Dalam Islam ada kaidah; Maa laa yudraku kulluh, laa yutraku kulluh "Apa-apa yang tidak bisa dikerjakan semuanya, maka tidak ditinggalkan semuanya" Brand-brand pendukung genosida itu ibarat benteng-benteng yang banyak jumlahnya. Jika tidak bisa menghancurkan seluruh benteng, maka kita hancurkan saja sebagiannya. Bahkan, kalau ada benteng yang bisa kita jadikan injekan tuk menyerang benteng yang lain, ya kita jadiin injekan . Seperti medsos ini. Kalau bisa kita pakai tuk kampanye boikot brand lain dan menyatukan umat tuk bergerak bersama, ya kita pakai. Semoga Allah memberkahi setiap usaha kita. #boikotpenjajah #stopgenosida

Hadits Dhaif tapi Dianjurkan Diamalkan

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ لَبِسَ حِذَاءَهُ وَغَطَّى رَأْسَهُ "Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk toilet, beliau memakai sandal dan penutup kepala." [HR. Al-Baihaqi, Dhaif Jami’ as-Shaghir, no. 9874] Bagaimana perkataan para ulama? Imam An-Nawawi mengatakan, "Imamul Haramain, al-Ghazali, al-Baghawi dan ulama lainnya mengatakan, ‘Dianjurkan untuk tidak masuk tempat buang hajat dengan kepala terbuka.’ " (Al-Majmu’, 2/93) Imam Al-Mardawi juga mengatakan, "Dianjurkan untuk menutup kepala ketika buang hajat. Demikian yang disebutkan dari beberapa ulama Madzhab Hambali."  (Al-Inshaf, 1/97). Walaupun haditsnya dhaif, ternyata para ulama menganjurkannya. Inilah di antara pengamalan kesempurnaan adab kepada Allah azza wa jalla.

Sudah Dijawab Pak Guru

Suatu ketika Ibnu Syihab, Rabi'ah, dan Malik duduk saling mempelajari ilmu. Ibnu Syihab melontarkan sebuah permasalahan. Rabi'ah pun menjawab sementara Malik diam. Ibnu Syihab bertanya, "Kenapa Engkau tidak menjawab?" Dengan sopan, Malik menjawab, "Sudah dijawab Pak Guru". Ibnu Syihab membalas, "Kita tidak akan berpisah sebelum Engkau menjawab." Malik akhirnya memberikan jawaban berbeda dengan jawaban gurunya, Rabi'ah. Seraya mengagumi pendapat Malik, Ibnu Syihab berkata, "Mari kita merujuk perkataan Malik". (Tartibul Madarik I:66). Terkadang sebagian penuntut ilmu, memaksakan pendapat yang menurutnya lebih _rajih_, lebih kuat, ketika menemui praktik amal yang berbeda. Bahkan sampai merendahkan pendapat para guru, para ulama terdahulu. Seolah-olah hanya dia dan ustadznyalah yang paling paham fikih dan teks-teks hadits. Marilah kita mengambil adab dari imam kaum muslimin; Malik bin Anas rahimahullah. Betapa ia menghormati p...

Yang Dicela Yang Mendulang Pahala

Suatu waktu Hasan Al-Bashri rahimahullah diberi tahu bahwa seseorang menjelek-jelekkannya. Maka Hasan Al-Bashri pun mengirimkan sekotak kurma pada orang yang mencelanya itu dan berkata, "Saya dapat info bahwa Anda telah menghadiahkan pahalamu untukku. Maka saya ingin membalasnya kepadamu. Mohon maaf, saya tidak mampu memberikan balasan yang setimpal."  [Tanbih al-Ghafilin, 1/176] Demikianlah celaan, malah justru dianggap hadiah oleh para ulama.  Di musim pemilu seperti sekarang ini, fanatisme dukungan bisa menggelincirkan seseorang pada perbuatan mencela, yang justru berujung pada transfer pahala. Dan sering terbukti, yang jadi "victim", malah menang dalam pemilihan.  Rasanya akan lebih asyik, jika pemilu fokus pada bedah track record dan adu gagasan. Semoga dengannya Indonesia menjadi lebih baik. #pemiluasyik #pemiluakur #pemiluseger8ener

Kisah Para Imam

Diceritakan Abdullah bin Wahab mengenang Imam Malik dengan berkata; "Yang kami nukil dari (Imam) Malik lebih banyak dalam hal adab daripada ilmunya." Adapun guru dari Imam Malik; Imam Abu Hanifah pernah berkata, "Hikayat para ulama dan duduk bersama mereka, lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fikih. Karena dalam kisah mereka diajarkan adab dan akhlak luhur mereka". Bagaimana dengan kita? Sepertinya kita terlalu banyak mengutip pendapat fikih para Imam tapi hampir-hampir melupakan akhlak mereka. Ilmu yang didapat, malah berbuah debat dan saling menyalahkan pendapat. Mari sejenak kembali ke akhlak. Semoga dengannya, ilmu-ilmu kita akan berbuah kasih sayang dan manfaat. === Bogor, H-85 Ramadhan 1445

Pekerjaan Penting di Pagi Hari

Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma berkata: "Tidaklah seorang muslim memiliki 2 orang tua muslim, dia mengawali pagi harinya dengan berbakti kepada keduanya, maka akan dibukakan 2 pintu surga. Jika hanya 1 orang tuanya, maka 1 pintu surga...."  (HR. Bukhari, Adabul Mufrad) Seorang Kyai dari Jawa Timur pernah bercerita tentang pengusaha sukses di kampungnya. Satu kebiasaan beliau yang berbekas dalam diri sang Kyai adalah; Setiap selesai Sholat Subuh di masjid, si pengusaha tidak langsung pulang ke rumahnya, tapi ke rumah orang tuanya dulu yang tidak jauh dari situ. Untuk sekedar membuatkan minum, memijat kakinya dan mengobrol dengan mereka sebentar. Setelah itu baru pulang ke rumahnya. Logikanya, jika pintu surga di akhirat saja dibuka, apalagi pintu rezeki di dunia? === Bogor, 2 Muharram 1445

Doa Ketika Ditraktir Makan

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ، وَارْحَمْهُمْ Allaahumma baarik lahum fiimaa rozaqtahum, waghfir lahum, warhamhum “Ya Allah, berkahilah apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan sayangilah mereka.” (HR. Muslim no.2042) Ini adalah doa yang dibacakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika dijamu makan di rumah salah seorang sahabatnya. Maka disunnahkan bagi mereka yang beriman kepada Rasulullah saw, tuk membaca doa ini ketika; ✔️dijamu makan, ✔️ditraktir, ✔️mengikuti jamuan masjid ba'da Jumatan atau ba'da kajian Subuh akhir pekan dll. Sungguh beruntung mereka yang sering menjamu makan atau bersedekah tuk makan orang lain. Diberkahi rezekinya, diampuni dosanya, dan disayangi Allah Sang Pemilik Surga. #yukhafalkan #yukamalkan === Selatan Ibukota, Jumat Berkah 1444H

Baju Sholat

Jangan kalah sama wanita. Pria pun, perlu bawa baju sholat jika jalan-jalan. Siap-siap jika ada panggilan adzan di tengah agenda. Sehingga bisa menghadap Sang Penguasa Semesta dengan penuh adab.

Keutamaan Saya Tidak Tahu

Imam Malik, pernah dikunjungi seseorang dari kampung yang berjarak 6 bulan perjalanan dari Madinah. Ia datang untuk menanyakan permasalahan di kampungnya, kepada Imam Malik. Namun setelah Imam Malik mendengarkan pertanyaannya, beliau menjawab: "Saya tidak tahu". Sang penanya pun bingung bagaimana akan pulang menemui orang-orang kampungnya. Imam Malik dengan tenang memberikan masukan; "Katakan kepada mereka, bahwa Malik tidak tahu jawabannya". Di riwayat lain, Imam Malik disebutkan pernah ditanya 48 permasalahan, tapi ternyata 32 di antaranya dijawab "Saya tidak tahu". Kalau diibaratkan soal ujian, cuma dapat nilai 25 dari 100. Adapun Imam Ahmad, juga terkenal banyak ditanyai manusia yang bertemu dengannya. Tetapi, ternyata, kebanyakan jawaban beliau adalah; "Saya tidak tahu". Sedangkan Imam Abu Hanifah, juga terkenal dengan salah satu ucapannya; " 'Laa adri' adalah separuh ilmu". Laa adri (saya tidak tahu), adalah ba...

Ketika Imam Syafi'i Dimarahi Ibunda

Saat menginjak usia 20 tahun, Imam Syafi'i berniat menimba ilmu ke Madinah karena di sana ada Imam Malik yang terkenal keulamaannya. Ia pun meminta kepada Gubernur Mekkah agar menuliskan surat rekomendasi untuk perjalanannya ke Madinah. Imam Syafi'i sangat gembira ketika Gubernur Mekkah mengeluarkan surat tersebut, yang berarti akan memudahkan perjalanannya menuntut ilmu ke Darul Hijrah. Saking gembiranya, Asy-Syafi'i pun pulang ke rumah ibunya tuk memberi kabar, tapi ia mengetuk pintu terlalu keras, hingga terdengar jawaban sang ibu; "Siapa itu yang mengetuk pintu keras-keras?" "Ibu, ini saya, Asy-Syafi'i", jawab sang imam. "Silahkan engkau pergi lagi untuk belajar sopan santun, lalu baru kembali ke rumah", ibunda menegurnya dengan keras. Imam Syafi'i langsung menyadari kesalahannya tersebut, dan meminta maaf kepada ibunya, hingga ibunya pun memaafkannya. Kisah ini terus terkenang oleh Imam Syafi'i, dan ia sang...

Ada Akhlak sebelum Dalil

Bukan tanpa hikmah, ketika Allah menyiapkan utusan terakhirnya dengan sifat dan julukan Al-Amin (yang terpercaya), sebelum menerima "dalil" pertamanya. Kepercayaan masyarakat didapat dari tahun-tahun kehidupan yang penuh dengan akhlak mulia, sejak belia hingga dewasa. Teringat bagaimana bunda Khadijah radhiallahu 'anha menyemangati sang utusan di beratnya hari "pelantikan" sepulang dari Gua Hira; "...Sungguh engkau adalah orang yang menyambung tali silaturahim, pemikul beban orang lain yang susah, pemberi orang yang miskin, penjamu tamu serta penolong orang yang menegakkan kebenaran.." (HR. Bukhari no. 6982). Memang akhlak mulia itu tidak serta merta membuat dakwah setelahnya mudah-mudah saja. Tapi tanpa akhlak mulia, akan semakin sulit menyentuh hati manusia. Akhlak mulia beliau shallallahu 'alahi wasallam membersamai masyarakatnya selama lebih dari 30 tahun, bahkan lebih lama dari masa dakwah beliau sendiri. Hal inilah yang sepertinya...

Aku Tidak Tahu Amal Apa Yang Lebih Baik Dari Ini

Diriwayatkan dari 'Atha bin Yasar, dari Ibnu Abbas ra, bahwa telah datang seorang laki-laki padanya dan berkata; "Aku melamar seorang wanita, tetapi ia menolak menikah denganku. Lalu ada orang lain melamarnya dan ia menerima. Aku pun merasa cemburu, lalu kubunuh wanita itu. Apakah aku masih bisa bertaubat?" Ibnu Abbas menjawab, "Apakah ibumu masih hidup?" Ia jawab, "Tidak". Lalu Ibnu Abbas berkata, "Bertaubatlah kepada Allah dan mendekatlah kepada-Nya menurut kemampuanmu!". Lalu saya (Atha' bin Yasar) pergi kepada Ibnu Abbas dan bertanya, "Kenapa engkau tanyakan tentang ibunya?" Ibnu Abbas menjawab, "Aku tidak tahu amalan apa yang paling mendekatkan diri kepada Allah selain berbakti kepada Ibu". [HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, hadits no.4] Hikmah : 1. Kehidupan adalah nikmat terbesar. Tidak berguna nikmat yang lain tanpa kehidupan. 2. Menghilangkan kehidupan (membunuh) adalah dosa besar, wajib bertaubat ...

Adab Bercanda

Islam adalah agama pertengahan (wasathan), yang mengatur segala permasalahan mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Mulai dari masalah kenegaraan, sampai masalah ringan seperti bercanda. Islam mengajak duduk tenang belajar, juga aktif berolahraga. Mengajak khusyu ibadah juga giat berdagang. Juga, mengajak serius menjalani hidup tapi tidak lupa bersantai. Dalam Islam bersantai dan bercanda-tawa ini dibolehkan sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam juga melakukannya. Di antara contoh paling terkenal dalam hal ini adalah candaan Rasulullah saw terhadap seorang nenek tua, tentang surga. Diriwayatkan dari Al-Hasan Radhiyallahu ‘anhu (Ra), dia berkata, seorang nenek tua mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (Saw). Nenek itu berkata, wahai Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam surga!’ Nabi menjawab: Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua. Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Nabi berkata: “...