Saat Nabi ﷺ bersama dua sahabat terbaiknya dijamu makan oleh Abu Ayyub Al Anshari, berbagai jenis menu dihidangkan oleh tuan rumah.
Saat itu Nabi ﷺ mengajarkan doa;
بِسْمِ اللَّهِ وَبَرَكَةِ اللَّهِ،
[HR. Ath-Thabrani no.2247, shahih]
Masih di hadits yang sama, Nabi ﷺ juga mengajarkan doa ketika selesai makan kenyang;
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَشْبَعَنَا وَأَرْوَانَا وَأَنْعَمَ وَأَفْضَلَ
"Segala puji bagi Allah yang telah mengenyangkan kami, memberi minum hingga puas, memberikan nikmat, dan melimpahkan karunia-Nya".
Tapi, masih dari hadits ini, ada hal lain yang diucapkan Nabi ﷺ ketika menikmati menu yang aneka ragam dan makan kenyang.
قَالَ النَّبِيُّ ﷺ;
خُبْزٌ، وَلَحْمٌ، وَبُسْرٌ، وَتَمْرٌ، وَرُطَبٌ. وَدَمَعَتْ عَيْنَاهُ، ثُمَّ قَالَ: هَذَا مِنَ النَّعِيمِ الَّذِي تُسْأَلُونَ عَنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
"Roti, daging, kurma setengah matang, kurma kering, dan kurma basah", dan beliau ﷺ pun menangis,
Lalu berkata "Ini adalah nikmat yang akan ditanyakan kepada kalian di hari kiamat".
Ini mungkin sunnah terberat ketika berhadapan dengan menu makanan yang banyak, dan makan sampai kenyang.
Yaitu menyebut menunya satu persatu, dan bersedih karena mengingat beratnya hisab di akhirat.
Bisa jadi, kalau ada yang membicarakan hisab ketika sedang makan enak, sebagian besar orang akan berkata; "Apaan sih?!"
Tapi inilah yang pernah dicontohkan Nabi ﷺ.
Dan inilah salah satu ciri keluarga surgawi, ketika kumpul-kumpul, mereka juga saling mengingatkan tentang hisab, dan menghidupkan rasa takut akannya.
قَالُوْٓا اِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِيْٓ اَهْلِنَا مُشْفِقِيْنَ
"Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami , adalah orang yang takut (ditimpa azab Allah)."
[QS. Ath-Thur: 26]
Allahumma shalli wa sallim 'ala nabiyyina Muhammad
---
H-93 Ramadhan
Komentar
Posting Komentar