Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tazkiyatun nafs

Taqwa dan Kaya Lebih Banyak Pahala?

Suatu ketika sahabat Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, berkata kepada para sahabat yang lain: “Bukankah kalian bisa makan dan minum semau kalian? Sungguh aku melihat Nabi kalian Shallallahu’alaihi Wasallam bahkan tidak memiliki daql (kurma jelek) sama sekali. Dan tidak ada makanan yang bisa memenuhi perutnya” (HR. Muslim no. 2977). Jangan tanya terkait tabungan emas atau sesering apa jalan-jalan ke luar negeri, makan saja masih kurang. Tapi siapa yang bisa menyaingi tabungan pahala beliau? Dalam hal ibadah harta sekalipun, orang yang sedikit hartanya sangat mungkin mengalahkan ibadah harta orang kaya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu d...

Financial Freedom

Merujuk pada manusia terbaik shallallahu `alaihi wasallam, beliau menikahi Khadijah Al-Kubra dengan mahar 20 ekor unta, atau Rp 600 juta jika dikonversi nilai saat ini. Usia 25 tahun, mahar 600 juta. Pun, harta berlimpah beliau itu lenyap diserap dakwah dan umat, setelah beliau menjadi Rasul Allah.  Tercatat Ummul Mu'minin `Aisyah RA bercerita bagaimana dapur baginda sering tidak ngebul , dan hanya makan kenyang 2-3 hari sekali. Mengikuti sang teladan, tercatat Abu Bakr RA yang pernah menginfakkan seluruh hartanya di perang Tabuk, dan `Umar RA yang menginfakkan setengah hartanya di perang yang sama. 3 real best friends yang makamnya berdampingan di komplek Masjid Nabawi Asy-Syarif ini adalah contoh terbaik Financial Freedom ; totalitas infaq fi sabilillah. Ga nunggu kaya, ga takut miskin. Merdeka finansial dalam arti sebenarnya. `Umar bin Khattab mungkin yang paling ringan, karena infaq tuk jihadnya sama dengan yang disisakan tuk rumahnya. Ibaratnya, kalau bisa jalan-...

Seperti 'Utsman Radhiallahu 'Anhu?

Diriwayatkan secara shahih dari Imam Ibnu Hibban, hadits nomor 6907, bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang berbaring di rumah 'Aisyah, lalu datanglah Abu Bakar meminta izin, beliau menerimanya sambil berbaring. Lalu datanglah 'Umar meminta izin, beliau pun menerimanya sambil berbaring. Setelah itu datanglah 'Utsman meminta izin, maka beliau duduk, merapikan pakaiannya kemudian menerima Utsman. Setelah 'Utsman keluar, 'Aisyah pun bertanya, “Wahai Rasulullah, Abu Bakar masuk, dan engkau tidak memperhatikannya atau mempedulikannya. Kemudian 'Umar masuk, dan engkau tidak memperhatikannya atau mempedulikannya. Kemudian 'Utsman masuk, dan engkau duduk dan merapikan pakaianmu?”  Rasulullah pun bersabda: “Tidakkah aku harus malu terhadap seseorang yang bahkan para malaikat pun malu ?” Dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda; "Sesungguhnya 'Utsman adalah seorang pria pemalu, dan aku khawatir jika dia kui...

Seorang Pria yang Melewati Duka dengan Mandi di Kali...

Alkisah, bertanya seseorang pada para sahabatnya; “Bagaimana pendapat kalian jika ada sebuah sungai di dekat pintu rumah seseorang, lalu ia mandi lima kali sehari di sana? Apakah masih ada kotoran yang tersisa pada tubuhnya?” “Tentu tidak akan tersisa kotoran sedikitpun,” jawab sahabatnya. “Maka begitulah perumpamaan sholat lima waktu, Allah menghapuskan dosa-dosa dengannya” Demikian kira-kira percakapan manusia terbaik sepanjang sejarah dengan para sahabatnya, sebagaimana diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari dalam shahihnya.  Jika sholat dapat menyelamatkan seorang manusia dari kedukaan abadi di akhirat, tentu lebih mudah lagi, untuk sekedar menghapus kedukaan yang fana di dunia. Nabi yang sama, shallallahu ‘alaihi wasallam, juga pernah berkata pada muadzzin kesayangannya;  يَا بِلَالُ ! أَرِحْنـــَا بِالصَّلَاة “Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan sholat” [HR. Ahmad] Sholat menjadi tempat istirahat karena ia menyadarkan kembali seorang manusia akan Kemahabesaran Allah. Itul...

Bahaya Mengkhawatirkan Rezeki?

Imam Sufyan bin 'Uyainah rahimahullah berkata; فِكْرُكَ فِي رِزْقِ غَدٍ يَكْتُبُ عَلَيْكَ خَطِيْئَة  “Pikiranmu (kekhawatiranmu) tentang rezeki esok hari dicatat sebagai dosa bagimu.”  [Siyar A’lam An-Nubala 14/298] Dalam kitab Faydhul Qadir, setelah menyebut jaminan Allah dalam ayat; وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا "Tidak ada makhluk di bumi ini kecuali Allah yang menanggung rezekinya..", Imam Al-Munawi rahimahullah menyatakan bahwa barangsiapa yang tidak merasa tenteram dengan jaminan Allah, dan tidak puas dengan janji-Nya, maka ia termasuk orang-orang yang celaka. Memang jadi enggak sopan sih, kalau Allah bilang rezeki sudah dijamin, eh masih khawatir, kayak ga yakin gitu sama Allah. Apalagi kalau sampai nekat ambil jalan syubhat bahkan haram demi rezeki. “Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia be...

Doa dan Kesombongan

Suatu ketika Urwah bin Zubair (cucu Abu Bakr dr Asma') menyaksikan seorang laki laki shalat dg tergesa gesa dan tidak ihsan. Ia pun menegurnya dengan pertanyaan yang bijak, "Wahai putra saudaraku, bukankah engkau mempunyai kebutuhan kepada Allah 'azza wa jalla?" Ia melanjutkan, "Demi Allah. Dalam shalatku, aku memohon segala sesuatu kepada Allah subhanahu wa ta'ala, termasuk garam pun aku mohon." Subhanallah. Begitu mendalamnya pemahaman akan hauqalah, sampai garam pun dimintanya kepada Allah. Bagaimana dengan kita? Tanpa disadari, adakah sedikit sifat-sifat Qarun dalam diri kita? "Sekedar garam saja sih, bisa saya dapatkan dengan usaha sendiri, tak perlu bantuan Allah" Bukan berarti kita wajib berdoa meminta garam, namun penghambaan dan kesyukuran kita kepada Sang Pemberi-lah yang harus selalu kita tingkatkan dalam setiap sisi kehidupan kita. Terkadang kita pun membawa "sunnatullah" sebagai pengalih isu akan kurangnya munajat kita. ...

Titipan Allah

Ketika akan menyampaikan kematian putranya, Ummu Sulaim radhiallahu 'anha berkata kepada suaminya; “Bagaimana pendapatmu jika ada suatu kaum menitipkan sesuatu kepada salah satu keluarga, lalu mereka meminta titipan mereka lagi, apakah tidak dibolehkan untuk diambil?” Abu Tholhah radhiallahu 'anhu menjawab, “Tidak.”  Ummu Sulaim lalu berkata, “Bersabarlah dan raihlah pahala karena kematian putramu.” (HR. Muslim no.2144) Anak adalah titipan Allah. Kematiannya, adalah pengembalian titipan itu kepada Pemilik Aslinya. Sebaik-baik orang yang dititipi adalah yang mengembalikan titipannya dengan kondisi terbaik. Apakah titipan itu dikembalikan dalam kondisi bertauhid, atau percaya ramalan bintang? Apakah titipan itu dikembalikan dalam keadaan rajin menegakkan shalat subuh, atau rajin bangun kesiangan? Apakah titipan itu dikembalikan dalam keadaan menjaga aurat, atau mengumbar aurat? Apakah titipan itu dikembalikan di tengah perjalanan ibadah belajar, atau sekedar perjalana...

Apa Yang Menghalangi Kita Berinfaq Lebih Banyak?

Jawabannya; setan. Jadi bukan salah saya. الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ  “Setan menjanjikan kamu fakir dan menyuruh kamu berbuat jahat (kikir) ; sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan-Nya dan karunia...”  [Al-Baqarah: 268] Jadi setan menjanjikan bakal miskin bagi yang berinfaq, tapi Allah menjanjikan ampunan dan karunia bagi yang berinfaq. Kita percaya janji siapa? Al-Baqarah 268 ini, sepertinya termasuk ayat yang sangat "mengerikan". Karena selama kita masih lebih menahan harta karena takut miskin, dibanding jor-joran berinfaq, maka jangan2 kita masih kemakan janji setan. 50 ribu buat jajan di mall kekecilan, tapi buat kotak infaq kegedean? 5 juta tiket jalan2 ke Turki terasa murah meriah, tapi buat donasi Gaza jangan dulu dah? Repotnya, di Ramadan setan diikat. Eh, kita masih kemakan juga sama janjinya. Mau nyalahin siapa lagi? Yaa Rabb Yaa Lathiif, Yang Maha Lembut, lembutk...

Trade Off

"Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?" "(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." "Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam taman surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai ; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar." [Ash-Shaff: 10-12] Potongan ayat ini menguatkan pesan bahwa, untuk mendapatkan kenikmatan yang besar perlu perjuangan besar, perlu ada yang dikorbankan. Ibnul Qayyim bahkan menyebutkan; " Semua orang yang berakal dari seluruh ummat bersepakat bahwa kenikmatan tidak dapat diraih dengan kenikmatan." (Miftah Daarus-Sa'adah 15/2) Jadi, bagi orang berakal, tidak diterima cara-cara gampang  tuk menggapai kesuksesan. Tidak dite...

Indahnya Kegelapan

Gelap data. Ibarat kondisi mati lampu, maka ucapan pertama seorang beriman adalah; astaghfirullah . Dalam kondisi gelap, dan tidak punya ilmu, orang beriman akan lebih cenderung bersandar kepada Yang Maha Rahman. Maka, di masa perhitungan suara pemilu, selain mereka yang diberi tugas khusus, lebih baik gelap data. Jadi lebih banyak berdzikir. Info sepotong, info tidak resmi, info tidak final, berisiko mengalihkan jiwa dari dzikir. Kalau info itu bilang jagoan kita menang, maka berisiko jumawa. Kalau info itu bilang jagoan kita kalah, maka berisiko lisan menggerutu, bahkan putus asa. Zaman informasi seperti sekarang, manusia memiliki godaan nafsu baru; nafsu menjadi pengamat dan penganalisa. Padahal info baru sepotong, tidak resmi, belum final pula. Apa manfaatnya menganalisa info yang sepotong, tidak resmi, dan belum final? Orang-orang sibuk membicarakan? Bilang saja tidak tahu. Bukankah tidak tahu itu setengah dari ilmu? Seandainya tidak sibuk kepo dan sibuk jadi penganal...

Ga Mempan Dikasih Tau

Kebanyakan baca medsos berpengaruh buruk pada kesehatan mental. Demikian kata dokter spesialis kejiwaan; https://rsmmbogor.com/excessive-use-of-social-media-is-not-good-for-mental-health Sedangkan banyak membaca, mendengar, dan menghafalkan Quran dapat meningkatkan kesehatan mental. Sudah ada risetnya; https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9470760/ Agak laen emang. Udah tahu, tetap aja lebih rajin baca yang bikin stress, daripada baca yang bikin tenang. #tanyakenapa #istighfardulu

The Most Powerfull Item on Earth

Item Level God. Tidak ada yang sebanding dengannya di muka bumi. Kalamu Llah. Alias Al-Quran. Karena dia adalah Perkataan Langsung Penguasa Bumi, bahkan Alam Semesta. Super Powerfull . Gaza pun bisa bertahan, dibombardir sedemikian rupa, karena Kalamullah yang melekat erat di dalam hati penghuninya. Karenanya, muslim harus memperlakukan Al-Quran sebagaimana kemuliaannya. Bahagia ketika membacanya, dan khusyu ketika mendengarkannya.  Imam As-Suyuthi dalam kitab Al-Itqan fi Ulumil Qur’an menjelaskan: “Disunnahkan untuk mendengarkan Al-Qur’an dengan seksama, tanpa membuat gaduh dan bicara sendiri. Karena Allah SWT berfirman: Dan ketika Al-Quran dibacakan, maka dengarkanlah. Agar supaya kalian mendapatkan rahmat”. (Lihat Al-Itqan fi Ulumil Qur’an, Juz 1, h 381) Firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 204, yaitu: وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ “Jika dibacakan Alquran, dengarkanlah (dengan saksama) dan diamlah agar kam...

Lebih Mudah Bersyukur di Saat Sulit?

Yang hidup serba terbatas, bahkan nyawa terancam, malah tegar dalam iman dan Al-Quran. Sedangkan yang hidup nyaman, tinggi penghasilan, malah semakin sibuk meninggalkan ibadah dan Al-Quran? Perlulah direnungkan sabda Nabi akhir zaman, shallallahu 'alaihi wasallam; "Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian.  Akan tetapi, aku khawatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian.  Sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” [HR. Muslim no.2961] #pray4gaza

Jangan-Jangan Mereka Tidak Butuh Doa Kita?

Mereka banyak penghafal Quran, membaca banyak Quran, dan mujahid pembela tanah suci. Doa mereka sepertinya lebih maqbul dan didengar Allah Ta'ala dibanding kita. Lalu mengapa kita berdoa untuk mereka? Kita, berdoa untuk mereka justru demi diri kita sendiri. Menunjukkan iman dan ukhuwwah kita di hadapan Allah. Bahwa kita satu kelompok dengan para penghafal Quran dan penjaga tanah suci itu. Beruntunglah kita yang mendapat hidayah dari Allah, sehingga berdoa untuk mereka, karena iman dan ukhuwwah. Yang merugi adalah, ketika beberapa bulan lalu Allah turunkan hidayah kepadanya untuk berdoa, lalu di tengah jalan memilih berhenti dan keluar dari kelompok yang berdoa, padahal pembunuhan masal dan penistaan tanah suci masih terus terjadi. #terusdoa #terusdonasi #terusboikot #savegaza

Kisah Para Imam

Diceritakan Abdullah bin Wahab mengenang Imam Malik dengan berkata; "Yang kami nukil dari (Imam) Malik lebih banyak dalam hal adab daripada ilmunya." Adapun guru dari Imam Malik; Imam Abu Hanifah pernah berkata, "Hikayat para ulama dan duduk bersama mereka, lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fikih. Karena dalam kisah mereka diajarkan adab dan akhlak luhur mereka". Bagaimana dengan kita? Sepertinya kita terlalu banyak mengutip pendapat fikih para Imam tapi hampir-hampir melupakan akhlak mereka. Ilmu yang didapat, malah berbuah debat dan saling menyalahkan pendapat. Mari sejenak kembali ke akhlak. Semoga dengannya, ilmu-ilmu kita akan berbuah kasih sayang dan manfaat. === Bogor, H-85 Ramadhan 1445

Bahaya Orang Berilmu

Hati-hati sibuk memperbanyak ilmu kalau tidak menambah amal. "Perumpamaan orang-orang yang diberi Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal..." (QS. Al-Jumu'ah: 5) Seperti keledai yang membawa kitab. Tidak ada manfaatnya. Tahu wajibnya sholat 5 waktu tapi tidak mengamalkannya. Tahu keutamaan qabliyah subuh, dhuha, dan tahajud. Tahu perintah tilawah Al-Quran, zikir, dan puasa sunnah. Tahu wajibnya menjaga ukhuwwah dan akhlak mulia. Tahu hadits dan dalil a, b, c, sampai z. Tapi amalnya tidak mengikuti pengetahuaannya. Karenanya di antara doa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam setiap selesai sholat Subuh adalah; Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an.... "Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat..." Ilmu yang bermanfaat adalah yang diamalkan. Demikian petuah para ulama. Semoga Allah menolong kita. === Bandung, 16 Jumadil Ula 1445

Makin Kaya = Makin Taqwa

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Tidak masalah memiliki kekayaan bagi orang yang bertaqwa kepada Allah..." [HR. Ibnu Majah 2141]. Kalau dibalik, maka bermasalah kalau kaya tapi tidak bertaqwa. Sebagaimana penjelasan Imam Suyuthi tentang hadits di atas;  "Orang yang kaya tanpa taqwa, akan menjadi sumber kebinasaan... " [Hasyiyah as-Sindi untuk Sunan Ibnu Majah 4/370]. Binasa itu bisa bagi dirinya, juga orang lain dan lingkungan. Kesimpulannya, kejarlah ketaqwaan mati-matian sebagaimana mengejar penghasilan. Kalau tidak berani menambah taqwa, jangan menambah harta. Bisa-bisa malah binasa.  Tanda (tambah) taqwa paling awal dalam Al-Quran ada 2; Sholatnya (tambah) bagus. Infaqnya (tambah) banyak . (QS. 2:3). Selamat hari Senin. == Bogor, Bulan Kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

Bukan di Tangan Kita

Tapi di tangan Allah, hati manusia itu. Jadi, kalau ada yang merasa bisa mengubah karakter atau sifat seseorang dengan menasehatinya atau mendebatnya, itu seperti mengambil apa yang sebenarnya hak Allah, terlalu berani. "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.." (QS. Al-Qasas: 56) Terhadap orang yang kita kasihi saja, kita tidak punya hak. Apalagi yang di luar itu. Karenanya, langkah utama ketika ingin mengubah orang lain, anak, suami, istri, kenalan, bahkan musuh, adalah dengan mendoakannya. _Semakin diam-diam kita mendoakannya_, pertanda semakin tinggi iman kita bahwa Allah benar Penguasa setiap hati manusia. Allaahumma shalli wa sallim 'alaa habiibinaa Muhammad === Bogor, Jumat Barakah, 180 hari lagi Ramadhan

Apa Gunanya Hanya Melihat Sushi?

Tidak akan bisa menikmati sushi, kalau hanya dilihat, atau hanya dipelajari teori tentangnya. Ketika dimakanlah, baru bisa dirasakan dan dipahami dengan sesungguhnya apa itu sushi. Demikian juga dengan Islam. Tidak bisa hanya dilihat dan dipelajari saja. Tapi harus diamalkan. Agar bisa merasakan Islam dengan sebenarnya.  Demikianlah kira-kira cerita Ustadz Kyoichiro Sugimoto tentang perjalanannya menjadi muslim. Pun bagi kita yang sudah muslim, berapa banyak ilmu tentang islam yang sudah kita punya? Apakah sudah kita amalkan? Ilmu tentang sholat awal waktu? Puasa sunnah? Tahajud? Sedekah? Menutup aurat? Menjaga pandangan? Akhlak mulia? Benarlah kata para ulama terdahulu, tidak bermanfaat ilmu yang tidak diamalkan. Semoga Allah melembutkan hati kita tuk mengamalkan apa-apa yang sudah kita ketahui. === Catatan dari Safari Dakwah Ustadz Kyoichiro Sugimoto MA, 14 Sept 2023

Pembatal-Pembatal Pahala

Rajin sholat, bolak-balik umroh, banyak ngaji, tapi kecewa di akhirat? Mungkin saja. Berikut beberapa pembatal pahala yang perlu kita waspadai 1. Zhalim terhadap hak orang lain Dalam hadits tentang orang yang bangkrut di akhirat dijelaskan bahwa ada orang yang datang membawa pahala yang banyak dari sholat, puasa, sedekah dll. Tapi akhirnya pahalanya harus dibagi-bagi ke orang yang pernah dizhaliminya, direbut haknya, dilukai, dll. Ketika pahalanya sudah habis, sedangkan korban kezhalimannya masih banyak, maka dosa orang yang dizhalimi itu ditimpakan kepada si zhalim. (HR. Muslim: 2581). Amalnya banyak, tapi bangkrut karena kezhalimannya. 2. Ghibah Termasuk salah satu kezhaliman yang besar, tapi banyak yang meremehkan. Ghibah dapat mentransfer pahala dari yang mengghibah kepada yang dighibah. Sampai-sampai Ibnul Mubarak berkata; “Seandainya (boleh) aku mengghibahi seseorang, niscaya aku akan mengghibahi kedua orang tuaku, karena keduanya yang paling berhak mendapatkan (pahal...