Suatu ketika sahabat Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, berkata kepada para sahabat yang lain:
“Bukankah kalian bisa makan dan minum semau kalian? Sungguh aku melihat Nabi kalian Shallallahu’alaihi Wasallam bahkan tidak memiliki daql (kurma jelek) sama sekali. Dan tidak ada makanan yang bisa memenuhi perutnya” (HR. Muslim no. 2977).
Jangan tanya terkait tabungan emas atau sesering apa jalan-jalan ke luar negeri, makan saja masih kurang.
Tapi siapa yang bisa menyaingi tabungan pahala beliau?
Dalam hal ibadah harta sekalipun, orang yang sedikit hartanya sangat mungkin mengalahkan ibadah harta orang kaya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.”
(HR. An-Nasai no. 2527)
Ilustrasinya begini;
Ada dua orang tukang becak yang sudah tidak makan dua hari karena sepinya penumpang. Ada seorang kaya raya berbagi nasi bungkus 500 porsi untuk Jumat berkah.
Qadarallah hanya satu dari tukang becak yang dapat nasi bungkus itu, karena begitu banyaknya yang Jumatan hari itu. Namun tukang becak yang hanya memiliki sebungkus nasi itu, berbagi setengah nasi bungkusnya kepada tukang becak satunya lagi.
Berdasarkan hadits Nabi di atas, sedekah si tukang becak mengungguli sedekah si kaya.
Menjadi kaya dan takwa itu bagus-bagus saja. Tapi hati-hati menjadi kaya dan merasa lebih banyak pahala.
Menjadi kaya untuk diwariskan ke anak cucu itu baik-baik saja. Tapi suka tidak suka, Manusia Tertinggi di Puncak Surga jelas tidak mewariskan aset berharga tuk anak cucunya.
Ada sahabat yang dilarang menghabiskan hartanya tuk disedekahkan, tapi dua sahabat terbaiknya terkenal dengan habis-habisan bersedekah.
Selamat bersedekah.
Tanah Suci Al-Aqsa masih terjajah.
===
H-15 Ramadhan
Komentar
Posting Komentar