Apakah harta yang banyak atau sedikit, apakah anak yang shalih atau yang tidak shalih, semuanya adalah ujian. إِنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah ujian (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." [QS. Ath-Thaghabun: 15] Betul, harta yang sedikit membuat kehidupan terasa berat. Tapi harta yang banyak juga ujian berat, apakah hanya jadi ajang berlebihan dalam perkara mubah, atau jadi infaq fi sabilillah. Seringan apa mengeluarkan 100 juta untuk jalan-jalan keluarga, dan seringan apa mengeluarkan 100 juta untuk Gaza, misalnya. Demikian juga, anak yang bermaksiat dan susah diatur adalah ujian yang berat. Tapi anak yang shalih juga ujian berat. Apakah jadi ajang saling berbangga keshalihan, atau tulus ikhlas menazarkan anak sebagai calon syuhada di jalan juang. Di zaman medsos, harta dan anak juga menjadi konten demi eksistensi. Satu bisikan setan yang mem...