Secara hakikat, jawabannya tidak bisa.
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
“Dan setiap umat mempunyai ajal. Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak pula percepatan.”
— QS. Al-A‘raf: 34
Jadi untuk apa ikhtiar pola hidup sehat?
Ada beberapa opsi jawaban;
=> Agar mati dalam kondisi sehat, kapan pun ajal tiba. Toh ga tahu kapan mati.
=> Agar bisa mengembalikan organ tubuh titipan dari Allah dalam kondisi baik, kapan pun ajal tiba. Barang titipan itu adabnya dikembalikan dalam kondisi baik, bukan rusak.
=> Agar mengikuti gaya hidup Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; makan sedikit, sering puasa, tidur cukup, gerak aktif, body ideal. Fans sejati akan berusaha maksimal meniru idolanya.
Apakah ikhtiar pola hidup sehat pasti akan sehat?
Tidak juga. Allah tidak memerintahkan kita mengatur hasil. Tapi setiap ikhtiar lillah pasti berpahala besar, dan semakin mendekatkan pada posisi surganya Rasulullah.
Allahumma shalli wa sallim 'alaih.
Komentar
Posting Komentar