Langsung ke konten utama

Manusia Kayak Apa Sih Nabi Kita?


Shallallahu 'alaihi wasallam..

Beliau itu kepala negara, jenderal tertinggi, teman halaqahnya pun pengusaha kaya macam Abu Bakr dan Utsman radhiyallahu 'ahuma.

Tapi kok bisa beliau dan keluarganya harus menahan lapar selama beberapa malam berturut-turut karena tidak ada makanan [HR. Tirmidzi no.2360].

Bahkan sampai ada hari-hari berpuasa karena tidak punya makanan di pagi hari [HR. Muslim no.1951].

Sampai-sampai, Bunda Aisyah pun, sepeninggal beliau, selalu menangis jika makan sampai kenyang, karena teringat Baginda yang jarang makan hingga kenyang [HR. Tirmidzi no.2279].

Yaa Rabb... 
Kita yang makan kenyang seenaknya ini bisa jadi ga sopan kepada Ibunda.

Hebatnya, walau makan sedikit, dan sering puasa, perut beliau disebut-sebut six pack, seperti lembaran kertas yang digulung [HR. Thabrani 24/413].

Beliau sangat strong, seperti saat menghancurkan batu besar di perang Khandaq. Bahkan dari sirah dapat dihitung rerata 2 bulan sekali terjun ke medan perang. 

Belum lagi strong ibadahnya, tahajud baca Al-Baqarah, An-Nisa dan Ali Imran, pun kaki bengkak tetap berdiri setiap malam dengan tegak.

Kok bisa? Padahal makan sedikit, sering lapar, dan puasa.

Riset modern menunjukkan bahwa sedikit makan dan banyak puasa justru meningkatkan performa tubuh dan membuat pikiran lebih tajam. 

Banyak tulisan ilmiah tentang ini. Salah satunya buku yang ditulis oleh dr. Atsushi Aoki Sp.PD, judulnya kira-kira bisa diterjemahkan "Lapar adalah Obat Terkuat". Bahkan ada dokter onkologi di Perancis yang menterapi pasien kankernya dengan puasa, menggantikan kemoterapi, dan akhirnya bisa sembuh total dengan izin Allah. 

Orang beriman sebenarnya tidak terlalu perlu tulisan riset modern, kalau sudah percaya dengan hadits shahih Nabinya;

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perut..." [HR. Tirmidzi no.2380]. 

Harus diakui, berbagai penyakit modern bersumber dari tidak diikutinya petunjuk ini. Wadah terburuk malah jadi objek industri tuk terus diisi.

Seberapa jauh kira-kira kita dari Baginda?

Jika kelahiran beliau shallallahu 'alaihi wasallam kita syukuri dengan makanan yang berlimpah, bahkan hingga banyak tersisa mubadzir jadi sampah, pun tidak terpilah sehingga merusak lingkungan lebih parah,

Maka Nabi kita, mensyukuri kelahirannya justru dengan berpuasa. Bukan setiap tahun, tapi setiap Senin [HR. Muslim no.1162].

Allahumma shalli wa sallim 'ala habibina Muhammad.


---
Rabiul Awwal 1448

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalimatullahi Hiyal 'Ulya

 إِلا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٤٠ Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad) , sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah) ; sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya , "Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara yang tidak terlihat olehmu , dan dia menjadikan kalimat (seruan) orang-orang kafir itu rendah . DAN KALIMAT (SERUAN) ALLAH ITULAH YANG TINGGI . Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana . (QS. at-Tau...

Doa Wali Santri untuk Anak di Pondok

  (… sebutkan nama anak …)  اَللّٰهُمَّ ارْحَمْ اَللَّهُمَّ فَقِّهُّ فِي الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ اللَّهُمّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ اللَّهُمّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبَهُ، وَنُوْرَ صَدْرَهُ، وَجَلاَءَ حُزْنَهُ، وَذَهَابَ هَمَّهُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لَهُ شَأْنَهُ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْهُ إِلَى نَفْسِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ Artinya: “Ya Allah rahmatilah (nama anak), Ya Allah pahamkanlah ia agama-Mu, dan ajarkanlah tafsir kepadanya (1), Ya Allah ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya (2), Ya Allah jadikanlah Al-Quran hiburan di hatinya, cahaya di dadanya, penghapus kesedihannya, dan penghilang kegelisahannya (3), Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon, perbaikilah segala urusan anakku, jangan serahkan kepada dirinya sendiri walau hanya sekejap mata (4). Ya Rabb, anugerahkanlah aku anak yang ...

Riba, Makna dan Larangannya

Riba dari segi bahasa berarti tambahan. Ia juga bisa berarti tumbuh, atau membesar. Adapun para ulama mendefinisikan riba sbb: Imam Malik meriwayatkan kepadaku bahwa beliau mendengar ‘Abdullah ibn Mas’ud pernah berkata, “Jika seseorang membuat pinjaman, mereka tak boleh menetapkan perjanjian lebih dari itu. Meski hanya segenggam rumput, itu adalah riba.” (Al-Muwatta Imam Malik : 31.44.95) Imam Mujahid berkata : “(Riba yang diharamkan pada masa jahiliyyah) adalah seseorang berutang pada orang lain, lalu si peminjam berkata, ‘Bagimu (tambahan) sekian dan sekian, dan berilah aku tempo’. Maka dia diberi tempo” (Tafsir at-Thabari, III:101) Imam Qatadah berkata “Riba jahiliyah adalah seseorang yang menjual barangnya secara tempo (kredit) hingga waktu tertentu. Apabila telah jatuh tempo dan si pembeli tidak mampu membayar, ia memberikan bayaran atas penangguhan” (Tafsir at-Thabari, III:101) Muhamad al-Qadhuri berkata: “Riba adalah faidah atau tambahan yang diambil dari p...