Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Empat Amalan Lisan Ramadhan

1️⃣Tilawah Ramadhan adalah bulan Al-Quran. 2️⃣Dzikir Banyak dzikir berpahala tinggi, maka di Ramadhan akan lebih tinggi. 3️⃣Doa Allah mengkhususkan Ramadhan sebagai tempat pengabulan doa. 4️⃣Perbanyak Diam Karena banyak diam menyelamatkan dari ghibah, dusta (walau bercanda), debat (walaupun benar), yang semuanya berpotensi merusak pahala puasa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan debat meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan dusta meskipun bercanda...." [HR. Abu Dawud no. 4167] === Hikmah Kajian Subuh 11 Ramadhan

Kurma Sunnah, Gorengan Wajib?

Sejak kapan ya, selera Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dibuat jokes dengan posisi seolah lebih rendah daripada selera kita? Apalagi sedemikian banyak pakar kesehatan menyarankan untuk menjauhi gorengan saat berbuka, eh masih dibela juga, dengan jokes yang merendahkan selera Nabi pula. Tahan lapar 13 jam bisa. Tahan gorengan beberapa menit saat ta'jil ga bisa. Tahan lapar 13 jam bisa jadi ibadah. Jangan dirusak dengan jokes unfaedah. Semoga Allah terus perbaiki Ramadhan kita. --- Menanti berbuka pertama

Dalil "Berbukalah Dengan Yang Manis"

Imam Ibnul Qayyim saat membahas hikmah berbuka dengan kurma dalam Zaadul Ma'ad mengatakan; ".. Sebab memberi tubuh sesuatu yang manis di saat perut kosong sangat mudah diterima tubuh dan cepat menghasilkan kekuatan. Terutama sekali kekuatan pikiran. Di mana ia menyerap kekuatan darinya. Sementara manisan kota Madinah adalah kurma. Mereka tumbuh besar dengan memakannya . Ia bagi mereka adalah makanan pokok sekaligus lauk pauk." Seolah anjuran berbuka dengan kurma dikarenakan itulah "manisan" yang biasa dimakan penduduk Madinah. Penduduk negeri lain, silahkan makan "manisan" yang sesuai daerahnya, yang mudah didapat. Imam Asy Syaukani dalam Naylul Authar bahkan lebih dalam lagi bahasannya; وَإِذَا كَانَتْ الْعِلَّةُ كَوْنَهُ حُلْوًا وَالْحُلْوُ لَهُ ذَلِكَ التَّأْثِيرُ فَيُلْحَقُ بِهِ الْحَلَوِيَّاتُ كُلُّهَا، أَمَّا مَا كَانَ أَشَدَّ مِنْهُ فِي الْحَلَاوَةِ فَبِفَحْوَى الْخِطَابِ، وَمَا كَانَ مُسَاوِيًا لَهُ فَبِلَحْنِهِ." "Kalau ...

Menghadapi Orang Gila...

Gila sih emang, ada orang (sok) berkuasa yang mengurung satu kota, di dalamnya orang-orang dibunuh, wanita-wanita diperkosa, anak-anak dibiarkan mati kelaparan. Yang mau kirim makanan ke dalam harus seizin dia, yang mau masuk untuk menolong harus seizin dia. Atau minimal seizin teman dia. Gila sih emang. Jadi dia yang nyiksa, dia juga yang ngatur apa dan siapa yang bisa menolong masuk. Dunia luar juga agak gila, karena ga da satupun yang "mampu" menolong, walau punya angkatan bersenjata lengkap. Ga berani terang-terangan perang sama orang gila yang sedang ngebunuhin manusia seenaknya. Satu2nya yang mampu dilakukan saat ini tuk menolong adalah memanfaatkan celah kegilaan si Paling Gila ketika dia ngebolehin makanan, tenaga medis atau pasukan penolong masuk. Celah sempit yang terlihat kotor dan bau busuk. Tapi setidaknya bisa mengurangi sedikit pembunuhan, mengurangi sedikit pemerkosaan, mengurangi sedikit kematian bayi yang kelaparan.  Celah yang sedikit demi sedik...

Taqwa dan Kaya Lebih Banyak Pahala?

Suatu ketika sahabat Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, berkata kepada para sahabat yang lain: “Bukankah kalian bisa makan dan minum semau kalian? Sungguh aku melihat Nabi kalian Shallallahu’alaihi Wasallam bahkan tidak memiliki daql (kurma jelek) sama sekali. Dan tidak ada makanan yang bisa memenuhi perutnya” (HR. Muslim no. 2977). Jangan tanya terkait tabungan emas atau sesering apa jalan-jalan ke luar negeri, makan saja masih kurang. Tapi siapa yang bisa menyaingi tabungan pahala beliau? Dalam hal ibadah harta sekalipun, orang yang sedikit hartanya sangat mungkin mengalahkan ibadah harta orang kaya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu d...