Gila sih emang, ada orang (sok) berkuasa yang mengurung satu kota, di dalamnya orang-orang dibunuh, wanita-wanita diperkosa, anak-anak dibiarkan mati kelaparan.
Yang mau kirim makanan ke dalam harus seizin dia, yang mau masuk untuk menolong harus seizin dia. Atau minimal seizin teman dia.
Gila sih emang. Jadi dia yang nyiksa, dia juga yang ngatur apa dan siapa yang bisa menolong masuk.
Dunia luar juga agak gila, karena ga da satupun yang "mampu" menolong, walau punya angkatan bersenjata lengkap. Ga berani terang-terangan perang sama orang gila yang sedang ngebunuhin manusia seenaknya.
Satu2nya yang mampu dilakukan saat ini tuk menolong adalah memanfaatkan celah kegilaan si Paling Gila ketika dia ngebolehin makanan, tenaga medis atau pasukan penolong masuk. Celah sempit yang terlihat kotor dan bau busuk. Tapi setidaknya bisa mengurangi sedikit pembunuhan, mengurangi sedikit pemerkosaan, mengurangi sedikit kematian bayi yang kelaparan.
Celah yang sedikit demi sedikit terbuka, karena begitu banyak manusia waras yang masih terus bersuara, berdoa, dan memboikot.
#lanjutkan
Komentar
Posting Komentar