Langsung ke konten utama

Postingan

Ketahanan Keluarga adalah Syarat Kemenangan Dakwah?

Di antara doa yang harus dibaca setiap muslim yang memimpikan kemenangan dakwah adalah: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا Kitab Li Yaddabbaru Ayatih menjelaskan bahwa ayat ini merupakan pujian Al-Quran tuk kaum muslimin yang bercita-cita memimpin, dengan menempatkannya dalam rangkaian karakter 'ibadurrahman (orang-orang yang disayangi Allah). Maka meraih kepemimpinan adalah keniscayaan dalam dakwah. Bukan tuk jumawa, tapi tuk mengajak manusia bertakwa. Uniknya, sebelum meminta kepemimpinan, seorang muslim disuruh meminta terlebih dahulu pasangan hidup dan anak keturunan yang menyejukkan pandangan. Di sini ada isyarat, bahwa kepemimpinan atau kemenangan dakwah itu memerlukan modal ketahanan keluarga. Karenanya, mereka yang memimpikan kemenangan Islam dan dakwah, hendaknya berusaha optimal agar keluarganya, menjadi keluarga yang menyejukkan pandangan. Di antara makna menyejukkan pandangan bagi da...

Ternyata Inilah Doa Pergi ke Sekolah?

Orang pergi ke sekolah untuk belajar ilmu. Belajar ilmu agar bisa dapat kerjaan (rizki) yang baik. Namun jangan sampai kerjanya tidak menjadi amal sholih yang diterima di sisi Allah. Maka inilah mungkin doa yang tepat dibaca ketika anak-anak pergi ke sekolah; اللَّهُمَّ ‌إِنِّي ‌أَسْأَلُكَ ‌عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا Allohumma innii as-aluka 'ilman naafi'an, wa rizqon thoyyiban, wa 'amalan mutaqobbala "Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima." (HR. Ahmad 6/322) Ummu Salamah (ra) bercerita bahwa Manusia Terbaik (saw) rutin membaca doa ini di pagi hari. Cocoklah dengan anak sekolah yang biasa berangkat pagi. Ajarkan anak-anak kita sejak kecil menjadi super visioner. Belajar bukan cuma biar pintar. Bukan cuma biar bisa dapat kerjaan bagus. Tapi belajar agar bisa bekerja dan beramal yang diterima di sisi Allah.  Super visioner artinya visi hidup anak kita b...

3 Ayat tuk Dai

Allah 'azza wa jalla berfirman: وَذَكِّرْ فَاِنَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ  "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman." (QS. Adz-Dzariyat: 55) Ayat ini bukan hanya tentang perintah tuk terus istiqomah memberi nasihat, tapi juga agar para dai terus terbuka menerima nasihat, karena nasihat itu bermanfaat buat dirinya , dari mana pun datangnya. Dikutip oleh Syaikh Hasyim Asy'ari dalam Adabul 'Alim wal Muta'alim bahwa Imam Waki berkata; "Seseorang tidak disebut 'alim jika dia belum belajar dari orang yang lebih tua, seumur dengannya, dan yang lebih muda". Selanjutnya Allah menambahkan; وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56) Di sini Allah mengingatkan bahwa tujuan memberi nasihat dan menerima nasihat adalah dalam rangka ibadah kepada Allah. Dan t...

Adakah Halaqah di Keluarga Kita?

Sebagaimana dakwah dijaga melalui halaqah-halaqah rutin para dainya, maka hendaknya keluarga juga dijaga dengan halaqah yang dipimpin para Ayah. Fungsi halaqah keluarga: 1. Menguatkan visi misi keluarga 2. Meningkatkan rasa saling kenal, saling paham, dan saling menanggung beban antar anggota 3. Merencanakan kegiatan-kegiatan bersama Agenda halaqah keluarga: 1. Arahan dan nasihat dari Ayah tuk penguatan visi misi keluarga (hidup sehat, akhlak mulia, bersama ke surga, dll) 2. Sharing cerita antar anggota keluarga; apa yang dilakukan, yang dibaca, yang ditonton, dll. Jika ada yang kurang sesuai dengan visi misi keluarga, maka diberi masukan dengan cara terbaik. 3. Membuat perencanaan kegiatan keluarga ke depan (berkunjung ke nenek, wisata,  makan di luar, dll) Waktu pelaksanaan halaqah keluarga: - Ba'da sholat fardhu saat weekend (maghrib atau shubuh) - Saat makan malam bersama - Saat di perjalanan bersama. dll. Di era derasnya informasi di mana setiap influencer menyebarkan visi mis...

Sarapan Tinggi Kolesterol dan Asam Urat

Likopen dalam tomat telah lama diteliti bermanfaat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Adapun sari edamame terbukti menurunkan asam urat menurut riset publikasi Journal of Nutrition College (2022). Dioseng sejenak dengan minyak zaitun ekstra virgin, menjadikan nasi tomat edamame ini cocok tuk penderita kolesterol dan asam urat tinggi 😃 #idesarapan #semogasehat === Abdussalam Toosan Bogor, 5 Rabiul Tsani 1444

Tips Pendidikan Baligh Mental dari Rumah

Sejatinya, usia baligh adalah usia dewasanya fisik dan mental bersamaan. Namun 100 tahun terakhir masing2 seolah tumbuh sendiri, kalau baligh fisik bisa dicapai sebelum SD, baligh mental ada yang belum tercapai walaupun sudah lulus kuliah. Masih diurus ortu. Kurang bertanggung jawab terhadap kehidupannya sendiri. Kuncinya ada di pendidikan kemandirian dan tanggung jawab sejak dari rumah. Kenapa dari rumah? Karena anak itu hakikatnya tanggungan orang tua. Bukan tanggungan guru, sekolah, apalagi gadget (dikasih gadget aja biar anteng). Bagi para ortu, mungkin tips berikut bisa membantu memperkecil gap baligh fisik dan baligh mental dalam pertumbuhan anak; 1. Melatih anak membersihkan kotorannya sendiri. Mulai dari mainan berantakan, lantai kotor, piring kotor dll harus jadi tanggung jawab pribadi anak. Next levelnya adl bergantian mengurus kekotoran bersama; mengepel ruang tamu, menyikat kamar mandi dll. 2. Melatih anak mandiri bangun subuh. Sholat adalah penentu surga neraka...

Tidak Ada Remaja Sampai Abad 19

Merujuk artikel "Brief History of Teenagers" yang dimuat di The Saturday Evening Post, kata remaja (teenager) baru dikenal di awal 1900an. Hal ini serasi dengan kajian Psikolog Drs. Adriano Rusfi bahwa dunia tidak mengenal istilah remaja sampai akhir abad 19. Jadi, sebelum masa itu usia manusia hanya dilihat dari 2 sudut pandang; anak-anak atau dewasa. Di Inggris contohnya, sampai abad 18 setiap orang masih diperbolehkan menikah ketika sudah puber, tanpa perlu persetujuan orang tua (historyextra.com). Puber dianggap dewasa, fisik dan mental, sehingga layak menikah (bertanggung jawab). Kalau merujuk pada sejarah Islam, tercatat nama Muhammad bin Abdullah (saw) yang telah menjadi pasukan penegak keadilan melalui Perang Fijar di usia 15 tahun. Pun tidak ditemukan jiwa "labil ala remaja" pada Ali bin Abi Thalib ketika usianya masih 10 tahun tapi memilih "agama baru" dengan mantap, walaupun menentang seluruh kaumnya bahkan ayahnya sendiri. Selang 15...