Langsung ke konten utama

Postingan

Tawazun, Keseimbangan dalam Beragama

Tawazun berarti seimbang. Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan.  ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ طِبَاقًا ۖ مَّا تَرَىٰ فِى خَلْقِ ٱلرَّحْمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٍ ۖ فَٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (al Mulk:3) Hal ini menjadi isyarat bagi manusia untuk hidup dalam keseimbangan pula. Atau bisa dikatakan bahwa keseimbangan adalah fitrah dalam kehidupan manusia. Namun keseimbangan hidup tidak terjadi begitu saja. Hidup seimbang harus diciptakan. Kemampuan itu akan tumbuh dari buah pengetahuan terhadap hakikat kehidupan dan pengetahuan terhadap batasan-batasan, tujuan-tujuan serta manfaat dari kehidupan itu. Islam mengajarkan hidup yang seimbang, karena Islam sendiri merupakan paket dalam pencipt...

Amalan di Bulan Rajab

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram ( syahral haram ) " (QS. Al Maidah: 2) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:   " Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua jumadil dan sya’ban." (HR. Bukhari No. 3025) Tidak sedikit umat Islam yang meyakini keutamaan amal-amal khusus di bulan Rajab seperti puasa, sholat, dan lain-lain. Namun sayangnya, keutamaan-keutamaan amal tersebut tidak dilandaskan pada dalil yang shahih. Di antara ulama yang menerangkan bahwa hadits-hadits tentang keutamaan amal di bulan Rajab adalah lemah bahkan palsu adalah; Imam Ibnu Hajar al Asqalani, Imam Ibnu Qayyim al Jauziyah, Imam al Munawi, dan lain-lain. ...

Kebaikan Daging Domba

Banyak orang mungkin merasa daging domba atau kambing tidak bagus untuk kesehatan. Nyatanya, daging domba ternyata lebih baik daripada daging ayam atau sapi. Berikut adalah 3 keunggulan daging domba yang mungkin jarang diketahui. 1. Lemak pada daging domba lebih sulit diserap tubuh. Lemak pada daging hewan memiliki titik cair yang berbeda-beda. Semakin tinggi titik cairnya, maka semakin sulit lemak itu diserap oleh tubuh, dan akhirnya ia akan dibuang kembali bersama kotoran. Suhu tubuh rata-rata manusia adalah 36 derajat celcius, sedangkan titik cair lemak pada daging domba adalah 44 derajat celcius. Ada 8 derajat perbedaan yang membuatnya sulit diserap tubuh. Sebagai informasi, titik cair lemak daging sapi adalah 40 derajat, sedangkan daging ayam adalah 30 derajat. 2. Kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi. Berbeda dengan daging sapi dan ayam, kandungan asam lemak tak jenuh pada daging domba sangat tinggi. Asam lemak tak jenuh ini biasanya terkandung pada jenis ik...

Ikhtilaf dan Adab-Adabnya

Ikhtilaf atau perbedaan dalam masalah fikih, khususnya di cabang-cabangnya adalah suatu keniscayaan. Dikhususkan pada bagian cabang, karena hal-hal yang prinsip dalam agama ini telah diberikan dalil yang jelas dan disepakati para ulama, sehingga yang berselisih dalam hal prinsip, maka ditolak pendapatnya secara mutlak. Adapun penyebab ikhtilaf dalam masalah cabang/furu', ulama merumuskan latar belakangnya sebagai berikut: Perbedaan kemampuan akal para ulama dalam menyimpulkan ayat atau hadits yang multi interpretatif. Perbedaan informasi dan ilmu yang dimiliki para ulama. Perbedaan lingkungan situasi dan kondisi. Perbedaan ketentraman hati dalam menilai suatu riwayat hadits. Perbedaan dalam menempatkan dalil yang haru didhulukan dari yang lain. Berdasarkan kondisi-kondisi di atas maka wajarlah terjadi ikhtilaf. Bahkan ikhtilaf dalam permasalahan cabang dari agama ini telah terjadi di antara para sahabat sejak zaman Nabi saw. Salah satu kisahnya yang populer adalah kis...

Hakikat Ibadah

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “ Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56). Ibadah berasal dari kata ‘abada yang berarti menghamba. Dari kata itu kita temukan kata ‘abdun yang berarti budak [hamba], ‘ibadah yang berarti penghambaan, dan ‘ubudiyah [perbudakan]. Allah yang telah menciptakan manusia dengan segala kemuliaan dan kesempurnaan, serta mengangkat manusia sebagai khalifah, tidak menghendaki bagi manusia untuk menghamba kepada sesama makhluk (ciptaan). Penghambaan kepada sesama makhluk hanya akan mengakibatkan kehinaan bagi yang menghamba dan ketakaburan bagi yang diberi penghambaan. Keduanya akan mendapat siksa karena melampaui batas hak penciptaan. Maka makna penghambaan (ibadah) wajib dikembalikan kepada satu-satunya Dzat yang berhak mendapatkan penghambaan tersebut, yaitu Allah. Al-Qurthubi mengatakan, “Makna asal dari ibadah adalah perendahan diri dan ketundukan....

Hakikat Manusia

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (QS. Al Isra’: 70) Hakikat manusia jika dirangkum dari dalil-dalil yang ada, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Makhluk Yang diciptakan. Sebagai makhluk, ia diciptakan di atas fitrah Islam sebagaimana makhluk-makhluk yang lain. Sebagai manusia dia tidak pernah menjadi malaikat yang tercipta dari cahaya. Namun ia juga bukan iblis yang tercipta dari api. Dilihat dari fisiknya, ia termasuk makhluk lemah, memiliki banyak sekali keterbatasan dan kekurangan. Ia juga bodoh. Sepandai-pandainya manusia, ia tetap tidak dapat mengetahui rahasia yang belum Allah bukakan untuknya. Ia juga tidak dapat berdiri sendiri. Bahkan untuk kelangsungan hidupnya saja manusia sangat bergantung kepada pihak lain. 2. Mukkaram Yang dimuliaka...

Dalil Kurikulum SDIT

KUMPULAN    DALIL  1.      Wajib Sholat إنَّ الصلاةَ كانَت على المؤمِنين كِتاباً مَوقوتاً "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman"  (An-Nisa: 101-103)  Hadits Jabir r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda,  بين الرجلِ والكُفر تركُ الصَّلاة  "Batas antara kufur dengan seseorang adalah shalat." (HR. Muslim, Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) 2.      Bacaan iftitah  اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaima...