Ibnu 'Umar radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,
“Kami mengalami masa di mana kami belajar iman sebelum belajar Al-Qur’an.
Saat diturunkan surah Al-Qur’an kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kami mempelajari hukum halal dan haram yang terkandung di dalamnya. Juga perintah dan larangannya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi. Seperti detilnya kalian sekarang mempelajari cara membaca Al-Qur’an.
Namun hari ini aku menyaksikan orang belajar Al-Qur’an sebelum belajar iman. Ia lancar membaca surah al-Fatihah hingga surah an-Nas. Namun tidak mengerti perintah dan larangan yang terkandung di dalamnya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi.”
[HR. Al-Baihaqiy]
Jadi rajin baca Quran saja tidak menjamin akan patuh terhadap hukum Allah, termasuk dosa besar LGBT, mencuri, riba, risywah, buka aurat, dll.
Di antara penyebabnya adalah pendidikan iman yang terlewat. Salah satunya iman kepada Hari Akhir, Surga dan Neraka.
Khusus bahasan Neraka, rasa-rasanya penting untuk mengajak anak dan remaja mengkaji kitab tipis Al-Kabaair (Dosa-Dosa Besar), karya Imam Adz Dzahabi.
Kurang terperhatikannya pendidikan iman pada anak-anak, bahkan sudah terlihat di zaman tabi'in, maka apalagi di zaman sekarang?
Mari intropeksi, sudahkah anak dan remaja kita mendapatkan pendidikan iman yang memadai.
Sahabat Jundub bin Abdullah Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan;
“Dahulu saat kami masih anak-anak bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kami belajar iman sebelum belajar Al-Qur’an. Setelah itu kami baru belajar Al-Qur’an. Sehingga iman kami pun semakin bertambah kuat.”
[HR. Ibnu Majah]
Allah-lah sebaik baik Penolong
Komentar
Posting Komentar