Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَاۚ وَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى
"Maka, bersabarlah engkau atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang."
[QS. Toha :130]
Di zaman medsos, banyak komentar dan chat serta informasi yang harus dihadapi dengan kesabaran. Dari haters maupun lovers, sama saja.
Bersabar tidak ngedrop saat dihina, dan bersabar tidak jumawa saat dipuji.
Cara menguatkan kesabaran dengan perbanyak dzikir pagi dan petang. Baca Al-Matsurat, dan Tilawah Al-Quran. Saat Subuh dan saat Magrib.
Makanya gerakan Magrib Mengaji di keluarga itu penting. Minimal jangan diisi nongkrong atau jalan-jalanlah. Di rumah saja. Hadits bilang magrib itu waktunya setan berkeliaran (HR. Bukhari no.3304). Jangan sampai keluarga kita satu klub dengan mereka.
Termasuk gerakan Tidak Tidur Subuh, juga sama penting.
Tasbih yang dimaknai juga akan menjaga hati, agar tidak narsis saat posting di medsos. Yang ditinggikan itu harusnya Allah. Jangan malah kita pribadi yang cari perhatian. Biarkanlah perhatian itu untuk Allah dan Rasul-Nya.
Selanjutnya Allah berfirman;
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى
"Janganlah sekali-kali engkau tujukan pandangan matamu pada kenikmatan yang telah Kami anugerahkan kepada beberapa golongan dari mereka (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal."
[QS. Toha: 131]
Konten kuliner, jalan-jalan, mobil dan rumah mewah, dll, berseliweran di zaman medsos. Jangan gampang mupeng.
Itu ujian, apakah kita bersyukur dengan apa yang kita punya atau tidak.
Dan orang-orang yang sedang diberi nikmat berlebih oleh Allah itu juga lagi diuji. Semua diuji.
Jawab soal ujian masing- masing. Gak perlu sok minta ganti soal, jangan-jangan kita gak bisa jawab.
Hadits bilang boleh kaya, asal bertaqwa (HR. Ahmad no.23518). Berani ambil tantangan ini?
Ingat, nikmat hakiki itu di akhirat, di sisi Allah. Jangan sampai kita mupeng dengan nikmat dunia yang sementara, tapi rugi di akhirat yang abadi.
وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى
"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa."
[QS. Toha: 132]
Ini dia benteng utama keluarga. Sholat. Sholat yang benar. Wudhunya benar, gerakannya benar (gak bercanda), waktunya benar (berusaha di awal waktu).
Sibukkan keluarga dengan sholat, biar gak gampang mupeng dengan rezeki orang lain (konten) yang berseliweran di medsos.
Tidak bisa dipungkiri, medsos telah menjadi ruang pameran rezeki, mulai dari kuliner sampai jalan-jalan ke luar negeri.
Mengejar dunia yang tiada habisnya, bisa membuat lupa bertasbih, meremehkan waktu Subuh dan waktu Magrib, bahkan meninggalkan sholat.
Padahal sebaliknya, menjaga sholat sekeluarga, adalah cara untuk memudahkan datangnya rezeki yang penuh berkah.
Dalam kitab Li Yaddabbaru Ayatih, Syaikh Dr. Umar bin Abdullah menyebutkan bahwa, para salaf shalih ketika musibah kelaparan menimpa keluarga mereka, mereka menyeru kepada keluarganya : "dirikanlah shalat; karena ini adalah perintah Allah", kemudian membacakan ayat ini (QS. Toha: 132).
Rabbij'alnii muqiimash sholaati, wa min dzurriyyatii..
Komentar
Posting Komentar