Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sendiri sudah mengingatkan bagaimana "teman nongkrong" (الْجَلِيسِ) dapat mempengaruhi seseorang;
“Pemisalan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang jelek adalah bagaikan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak wangi olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau terkena baunya yang tidak enak.”
[HR. Bukhari no. 2101]
Tantangannya, pergaulan atau pertemanan adalah wilayah yang mustahil dikendalikan penuh oleh orang tua. Seiring bertambahnya usia, anak akan keluar dari jangkauan mata kita. Mereka akan memilih tempat dan teman nongkrong, yang tidak mungkin disaring satu per satu.
Bahwa pengawasan kita tidak mampu menjangkau mereka, adalah petunjuk dari Allah agar kita benar-benar bergantung kepada-Nya.
Di antara permohonan terpenting kita kepada-Nya, adalah permohonan agar anak-anak kita mendapatkan teman-teman yang menuntun ke surga, dan menjauhkan dari neraka.
اللَّهُمَّ ارْزُقْ أَوْلَادَنَا الْجُلَسَاءَ الصَّالِحِينَ يَدُلُّونَهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ، وَاحْفَظْهُمْ مِنَ الْجُلَسَاءِ السُّوءِ يُضِلُّونَهُمْ فِي الْحَيَاةِ، وَاجْعَلْ مَجَالِسَهُمْ مَجَالِسَ الْأَخْيَارِ، وَاجْعَلْهُمْ لِلْحَقِّ مِنَ الْأَنْصَارِ
"Ya Allah, berilah anak-anak kami rezeki berupa teman-teman duduk yang shalih yang dapat menunjukkan mereka jalan menuju surga. Dan jagalah mereka dari teman-teman yang buruk yang menyesatkan mereka dalam kehidupan. Dan jadikanlah majelis-majelis mereka sebagai majelis orang-orang yang baik, serta jadikanlah mereka para penolong kebenaran."
Komentar
Posting Komentar