Tidak akan nyampah maksudnya berjuang sebisa mungkin mengurangi sampah. Karena ini termasuk ibadah yang dilupakan, di tengah kondisi darurat sampah, yang cenderung diremehkan.
1.Tidak Nyampah Organik
Jangan sisakan makanan, bahkan sekedar air putih di gelas air mineral.
اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِۗ
"Sesungguhnya mubadzir itu saudaranya setan"
[QS. Al-Isra: 27]
Siapa yang mau menjadi saudaranya setan?
Bahkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjilati jari-jari dan alat makan;
"Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh menjilati jari jemari tangan dan piring. Beliau bersabda: 'Sesungguhnya kalian tidak mengetahui dimana letak barakahnya.' "
[Shahih Muslim no.3792]
Jadi makan itu benar habis-bis.
Sebuah publikasi di Jepang menunjukkan data bahwa 1 sendok mayones yang terbuang ke saluran air, maka perlu diencerkan dengan 12 bak mandi air (!), agar saluran air tersebut tetap layak untuk hidup biota air.
Bayangkan ketika mencuci piring dengan sisa bumbu kacang, saos, kuah gulai dll?
Sunnah sudah mengajarkan kita makan habis-bis, sejak lama.
2.Tidak Nyampah Plastik
"Iman mempunyai sekitar tujuh puluh atau enam puluh cabang, yang paling utama adalah perkataan tidak ada tuhan selain Allah, dan yang paling ringan adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.." [HR. Muslim no. 35]
Sampah plastik, mulai dari kemasan, atau sekedar kantong belanja sudah menjadi gunung sampah di berbagai desa.
Orang kota yang sampahnya tidak diangkut seminggu saja protes tidak tahan. Tapi orang desa disuruh terima saja hidup berdampingan dengan gunung sampah?
Hilangkan gangguan (sampah), ini sunnah.
3.Tidak Nyampah Fashion
Ketika Ummu Khalid radhiallahu 'anha memakai baju baru, maka Nabi mendoakannya;
"Pakailah sampai usang dan sampai lusuh.", dua kali.
[Shahih Al-Bukhari 10/279]
Dan hadits-hadits lain tentang pakaian juga menyebut tentang memakainya sampai usang dan lusuh.
Inilah sunnah. Bukan gonta ganti fashion mengikuti trend, atau beli baju baru tiap lebaran, padahal masih punya baju bagus.
Banyak yang belum tahu; fast fashion adalah penyumbang besar kondisi darurat sampah saat ini.
4.Hemat Walau Mampu
Ketika melihat sahabat Sa'ad berlebihan menggunakan air dalam berwudhu, Nabi SAW menegur;
“Mengapa berlebih-lebihan Sa'ad?.”
Sa'ad bertanya: “Apakah dalam wudhu juga ada berlebih-lebihan?”
Beliau menjawab: “Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir.”
[HR. Ibnu Majah no. 425, shahih]
Berwudhu di sungai pun disunnahkan berhemat!
Maka tidak boleh mubazir makanan karena merasa kaya atau minuman karena merasa sekedar air putih.
Tidak boleh nyampah plastik belanja atau kemasan, atau menumpuk fashion hanya karena mampu beli.
Memang tidak mudah berjuang mengamalkannya. Tapi inilah sunnah. Ibadah. Berpahala di sisi Allah.
Semoga Allah lembutkan hati kita para pengikut Nabi, tuk lebih menjaga amanah berupa bumi.
---
8 Dzulhijjah
Tepi Barat Kota Hujan
Komentar
Posting Komentar