Langsung ke konten utama

Postingan

Minuman Dingin di Musim Dingin

Agak mengejutkan saat masuk ke sebuah restoran keluarga di musim dingin di Jepang; air yang disuguhkan adalah air es! Lha, di luar sudah dingin, kok air yang disuguhkan air es. Gratis sih, tapi kan malah makin dingin? Ternyata di balik itu ada budaya "respek" ala Jepang. Zaman dahulu di Jepang batu es konsumsi adalah barang mahal karena tidak mudah membuatnya. Sehingga menyuguhi tamu dengan minuman berbatu es dianggap mewah dan menunjukkan respek terhadap tamu tersebut. https://hinative.com/en-US/questions/4317124

Pasarnya Para Pejuang

Dikisahkan, setelah berhijrah ke Madinah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyadari bahwa Yahudi menguasai perdagangan di kota Madinah melalui penguasaan atas pasar Bani Qainuqa.  Nabi saw pun berkeinginan agar Madinah memiliki pasar lain yang bebas dari kekuasaan Yahudi. Lantas beliau saw memasang tenda besar di tempat Baqi’ Ibnuz Zubair. Nabi saw meresmikan pasar ini dengan mengatakan, هَذَا سُوْقُكُمْ “Ini adalah pasar kalian, kaum muslimin.”  Hal ini membuat orang-orang Yahudi marah besar. (Al-Ishthifa’i min Sirah Al-Mushthafa, hlm. 230) Mengapa mereka marah? Karena mereka akan kehilangan customer yang akan memperkaya mereka. Karena mereka tahu, ekonomi adalah salah satu penopang peradaban. Maka ketika ekonomi umat Islam kuat, peradaban Islam akan menguat, dan akhirnya menumbangkan kecurangan, riba dan kezhaliman yang menjadi kebiasaan muamalah mereka. Di sinilah urgensi bagi orang-orang beriman memiliki pasar  di mana uang mereka berputar di antara mereka se...

Rezeki Halal dan Haram Sama Saja

“Wahai manusia bertakwalah kepada Allah dan pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, karena tidaklah suatu jiwa akan mati hingga terpenuhi rezekinya. Walau lambat rezeki tersebut sampai kepadanya. Maka bertakwalah kepada Allah dan pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, ambillah rezeki yang halal dan tinggalkanlah rezeki yang haram”  [HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani] Di antara makna dari hadits ini adalah rezeki sudah ditetapkan besarannya, sesuai dengan ilmu dan kebijaksanaan Allah azza wa jalla. Namun untuk mendapatkan rezeki yang sudah ditetapkan itu, manusia wajib berusaha. Sebagaimana teguran Umar bin Khattab kepada sekelompok orang yang hanya duduk-duduk saja di masjid; "...Sesungguhnya Allah Ta’ala mengaruniakan rezeki kepada mereka yang berusaha dan bekerja. Apa kalian tidak membaca firman Allah, 'Apabila shalat (Jumat) telah selesai dilaksanakan, maka menyebarlah kalian di muka bumi dan carilah kemurahan (rezeki) dari Allah'." (Lihat buku Tak...

Ketika Berhalangan Puasa Sunnah

Dulu, ketika puasa Ramadhan belum benar-benar diwajibkan, kaum muslimin dibebaskan mengganti puasa Ramadhan mereka dengan memberi makan orang-orang miskin. Inilah yang terjadi di awal turunnya ayat puasa Ramadhan, Al Baqarah 184. Salamah bin al-Akwa’ berkata: “ketika turun firman Allah {وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين} orang-orang jika ingin berpuasa atau membayar fidyah maka mereka bebas memilihnya, hingga turun ayat setelahnya (ayat 185) untuk menghapus hukum ini.”  [Shahih Bukhari, Tafsir, Bab 26, No. 4507] Meskipun dalam konteks puasa Ramadhan, sudah tidak bebas lagi memilih mau puasa atau mau bayar fidyah (kecuali ada uzur syar'i), hikmah ini mungkin masih bisa diaplikasikan dalam konteks puasa sunnah, seperti puasa Senin Kamis misalnya. Jika kita melewatkan puasa sunnah, baik karena telat bangun sahur, kondisi badan lagi sedikit kurang nyaman untuk puasa, atau terlupa karena kesibukan yang meningkat, maka mengapa kita tidak secara khusus bersedekah berbagi makanan kepada d...

Covid = Syahid?

Sejak dahulu, terpapar wabah dipandang masyarakat dengan kacamata keburukan, dijauhi, bahkan direndahkan, karena dianggap pembawa penyakit. Maka datanglah ajaran Islam yang menghapus pandangan miring di masyarakat terhadap takdir-takdir Allah. Allah dan Rasul-Nya justru memuliakan mereka yang wafat karena wabah dengan gelar syuhada; “Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang mati di jalan Allah (bukan karena perang) juga syahid, orang yang tertimpa wabah pun syahid , dan orang yang mati karena sakit perut juga syahid”. (HR. Muslim). Kemuliaan gelar syuhada ini juga seharusnya menjadikan seorang muslim merelakan keluarga atau kerabatnya dimakamkan dengan protokol wabah. Bukankah protokol jenazah syuhada fi sabilillah juga berbeda dengan protokol jenazah muslim umumnya? Tidak wajib dimandikan dan dikafani? Di sisi lain, jika yang wafat karena wabah Allah muliakan sebagai syuhada, maka tidak terlalu salah jika mereka yang masih sakit dan berjuang sembuh dianggap sebagai muja...

Virus Corona Suka Dengan Gula-Gula

Hasil Survei Serologi yang dipublikasi Pemprov DKI menunjukkan bahwa mereka yang terinfeksi covid-19 lebih banyak berada dalam kondisi tubuh obesitas dan gula darah sewaktu yang tinggi . Hal ini sejalan dengan jurnal ilmiah yang dipublikasikan Juni 2020 bahwa Virus Covid19 "menyukai yang manis-manis"; https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7291939/ → SARS-CoV-2 has a sweet tooth Riset ini menyebutkan bagaimana glukosa dalam darah dapat meningkatkan replikasi virus Covid19 dalam tubuh. Temuan-temuan ini harusnya bisa menjadi pedoman bagi kita tuk lebih mengatur pola makan kita, khususnya semasa pandemi. WFH dan LFH cenderung membuat kita ingin menyetok cemilan. Padahal kebanyakan cemilan itu bersifat manis (karbohidrat), walaupun rasanya tidak manis (keripik kentang, cireng, bakwan...→karbo semua)   Di masa pandemi memang perlu tuk tetap happy. Namun sepertinya  perlu mindset baru agar mood happy tidak dikejar dengan pola hidup yang justru membuat virus ini l...

Teks Pendek Khutbah Idul Adha 1442

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Allahu akbar 3x Allahu akbar 3x Allahu akbar 3x Wallillaahil hamd Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad Wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad Jamaah yang dirahmati Allah, Marilah kita menguatkan takwa kita kepada Allah, meskipun wabah penyakit sedang melanda negeri kita, jangan sampai wabah ini melemahkan keimanan kita. Allahu subhanahu wa ta'ala berfirman; أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِْ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالضُّحَى  وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى  مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَى  وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى  "Demi waktu dhuha. Dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. Dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada permulaan. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas." [Surat Adh- Dh...