Langsung ke konten utama

Postingan

Sehat (dan enaknya) Daging Kambing

Walaupun hari tasyrik sudah berlalu, mungkin tdk sedikit dari kita yg masih menyimpan daging qurban :) Disebut hari tasyrik karena tasyrik berarti menjemur/mendendeng daging qurban di terik matahari Mungkin karena banyaknya daging di hari-hari tsb, jadi wajar mengawetkannya. Entah mengapa, ketika berbicara daging qurban, lebih banyak yg memilih sapi daripada kambing. Dan entah mengapa, daging kambing memiliki imej negatif di masyarakat, khususnya indonesia. Padahal, para ulama menjelaskan bahwa sendirian berqurban kambing lebih baik drpd berqurban 1/7 sapi. Ismail pun diganti dg kambing kibas, bukan sapi. Al Mustofa shallallahu 'alaihi wasallam pun selalu berqurban dg kambing kibas, sampai-sampai Imam Malik berpendapat bahwa berqurban dg seekor kambing lebih nyunnah drpd dg seekor sapi. Dan, kambing pun adalah hewan gembalaan para Anbiya 'alayhimussalam مَا بَعَثَ اللهُ نَبِيّاً إِلاَّ رَعَى الْغَنَمَ ، فَقَالَ أَصْحَابُهُ: وَأَنْتَ؟ ، فَقَ...

Tanda-Tanda Besar Kiamat

Tanda-tanda besar kiamat adalah tanda-tanda yang terjadi ketika kiamat benar-benar dekat, dan akan terjadi sambung menyambung satu sama lain.. Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: اْلآيَاتُ خَرَزَاتٌ مَنْظُوْمَاتٌ فِيْ سِلْكٍ، فَإِنْ يُقْطَعِ السِّلْكُ؛ يَتْبَعْ بَعْضُهَا بَعْضًا. ‘Tanda-tanda (Kiamat) bagaikan mutiara yang terangkai di dalam seutas benang, jika benang itu diputus, maka sebagiannya akan mengikuti sebagian yang lain.’ Namun, terkait urutan dari tanda-tanda besar tersebut, terjadi perbedaan di antara ulama. Hal ini dikarenakan tidak ada nash yang jelas yang menyebutkan urutan tanda-tanda tersebut. Hadis-hadis yang menyebutkan 10 tanda utama kiamat memakai redaksi yang berbeda dan menggunakan huruf "waw" sebagai penyambung tanda, yang tidak memiliki makna urutan. 10 tanda utama kiamat adalah: Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan hadits ini da...

Keluarga Qurban Sejati

Ini adalah hikmah, kisah, dari keluarga pequrban sejati. Pemilik suri teladan yang telah diabadikan al Quran قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ “Sesungguhnya telah ada contoh teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.”    (QS. Al Mumtahanah: 4) Di antara sekian banyak kisah bertabur hikmah, kita coba dalami 2 petikan kisah sarat makna dari keluarga Bapak Para Nabi ini. Alkisah, Ibrahim as terbangun dari tidurnya lalu mengajak istrinya, Hajar untuk mempersiapkan diri demi perjalanan yang jauh. Lalu, Ibrahim as pun berangkat membawa istrinya, Hajar, dan anaknya yang masih bayi, Ismail, ke tempat yang jauh. Sampailah mereka di Jazirah Arab. Tak tampak hewan, tak tampak tumbuhan, pun air tak terlihat. Jelaslah bahwa itu adalah daerah tak berpenghidupan. Apa yang dilakukan Ibrahim as ketika itu? Di tempat itu beliau turun dari punggung hewan tunggangannya, kemudian menurunkan istri...

Istighfar Menyelesaikan Masalah

Dalam kitab Tafsir al Qurthubi, diceritakan bahwa ada seorang laki-laki mengadu kepada Imam Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya,  'Ber-istighfar-lah kepada Allah!.  Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya,  'Ber-istighfar-lah kepada Allah!.  Yang lain lagi berkata kepadanya, 'Do'akanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!, maka beliau mengatakan kepadanya,  'Ber-istighfar-lah kepada Allah!.  Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula) kepadanya,  'Ber-istighfar-lah kepada Allah!. Hal tersebut pun mendatangkan tanda tanya dari murid-murid Imam Hasan al Bashri. Maka beliau pun menjelaskan; 'Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh. اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا﴿١٠﴾يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا﴿١١﴾وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ ...

Mengapa Kita Berpuasa Syawal

قال الحافظ إبن رجب رحمه الله ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﺫﺍ ﺗﻘﺒﻞ ﻋﻤﻞ ﻋﺒﺪ ﻭﻓﻘﻪ ﻟﻌﻤﻞ ﺻﺎﻟﺢ ﺑﻌﺪﻩ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺛﻮﺍﺏ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﺑﻌﺪﻫﺎ ﻓﻤﻦ ﻋﻤﻞ ﺣﺴﻨﺔ ﺛﻢﺍﺗﺒﻌﻬﺎ ﺑﻌﺪ ﺑﺤﺴﻨﺔ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﻋﻼﻣﺔ ﻋﻠﻰ ﻗﺒﻮﻝ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﺍﻷﻭﻟﻰﻛﻤﺎ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﺣﺴﻨﺔ ﺛﻢ ﺍﺗﺒﻌﻬﺎ ﺑﺴﻴﺌﺔ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﻋﻼﻣﺔ ﺭﺩﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﻭ ﻋﺪﻡ ﻗﺒﻮﻟﻬﺎ. [لطائف المعارف ٢٤٤] Berkata Al Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah: "Sesungguhnya Allah apabila menerima amalan seorang hamba, maka Allah memberikan kemampuan kepadanya untuk beramal shalih lagi setelahnya, sebagaimana kata sebagian ulama: Ganjaran kebaikan adalah kebaikan setelahnya, barangsiapa melakukan suatu kebaikan kemudian ia ikutkan dengan kebaikan yang lain maka itu adalah tanda diterimanya amal kebaikannya yang sebelumnya, sebagaimana orang yang melakukan kebaikan kemudian ia ikutkan dengan kejelekan maka itu adalah tanda ditolaknya kebaikan yang telah ia kerjakan dan tidak diterima." [Lathaiful Ma'arif: 244] Ternyata, di antara hikmah pensyariatan puasa Syawal adalah untuk menjadi bukti apakah amalan ...

Bentuk Puncak dari Puasa adalah Itikaf

Lihatlah bagaimana Al Quran menyusun ayat tentang puasa dan itikaf dengan SERUPA... Mengawali rangkaian ayat puasa dengan al-Baqarah 183, Allah mewajibkan puasa agar orang beriman menjadi berTAKWA, لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ Dan ketika mengakhiri ayat puasa dengan al-Baqarah 187, Allah menjelaskan syariat itikaf dengan tujuan yang persis sama, yaitu TAKWA, لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ Setelah Allah menjelaskan dengan indah bagaimana mengisi puasa agar bisa menggapai takwa, yaitu dengan; memberi makan orang lain ( ayat 184) membaca alQuran (ayat 185) berdoa (ayat 186), Allah azza wa jalla menutupnya dengan syariat itikaf sebagai pengejawantahan bentuk puncak dari puasa itu sendiri. Para ulama menjelaskan bahwa di antara tanda-tanda diterimanya amal sholeh seorang hamba adalah dimudahkannya hamba tersebut mengerjakan amal sholeh berikutnya. Jika demikian, maka di antara tanda-tanda diterimanya puasa dan amalan hamba di awal-awal Ramadhan adalah, dimudahkannya hamba tersebut meng...

Sarapan Apa Hari Ini?

Makan pagi, atau sarapan, termasuk di antara gaya hidup sehat, yang sudah menjadi jumhur, bahkan ijma' dunia kesehatan. Karena itu, tidak jarang mereka yang tidak menyempatkan makan pagi, dianggap orang yang bergaya hidup kurang sehat. Tapi, tahukah kita, bahwa bukan hanya raga yang perlu "sarapan"? Bukankah diri kita memiliki unsur lain selain raga? Ya, Jiwa. Sama seperti raga, "sarapan" bagi jiwa pun adalah sesuatu yang penting. Tentu kita sepakat, sarapan menjadi gaya hidup sehat bukan karena sekedar sarapan, tapi juga harus dilihat apa sarapannya. Ada sarapan yang sehat dan ada sarapan yang justru bikin sakit. Bayangkan seseorang yang menganggap bahwa rokok, kopi, dan gorengan (campur plastik? ^_^;) adalah sarapan sehari-harinya. Kira-kira akan sehatkah hidupnya? Sama persis dengan jiwa. Kalau bangun tidur yang disantap gosip (via WA, fb, dll), film kartun (spongeb***, dll), games, dst, kira-kira sehatkah bagi jiwa? You are what you eat...